Miris, Kebakaran Jadi Tontonan Warga di Tengah Pandemi

Plt Kepala Dinas Pemadam Kebakaran, Elodewata saat menjelaskan data kebakaran sepanjang 2020.

Terkini.id, Makassar – Layaknya sebuah pertunjukan, peristiwa kebakaran yang terjadi di Kota Makassar, alih-alih menjadi bencana, justru sering kali menjadi tontonan warga.

Kebakaran di Makassar adalah peristiwa berulang tiap tahun, dan cenderung meningkat saat memasuki musim kemarau. Terlebih, empat bulan menjelang tahun baru.

Plt Kepala Dinas Pemadam Kebakaran, Elodewata menyatakan pihaknya kerap kali kesulitan memadamkan api di tengah kerumunan warga yang bertumpuk.

Mereka sebagian besar sekadar menonton, sebagian yang lain justru hendak membantu memadamkan api.

“Kami bukannya tidak mau dibantu, tapi biarkan kami bekerja karena anggota sudah tahu apa yang harus dilakukan,” ujar Plt Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar, Elodewata, Selasa, 1 September 2020.

Menarik untuk Anda:

Lantaran terjadi kerumunan warga yang bertumpuk saat terjadi kebakaran, pemadaman yang seharusnya bisa selesai setengah jam justru bertambah menjadi 2-3 jam.

“Biarkan kami profesional bekerja. Kadang kalau kami dibantu makin kacau jadinya,” ungkapnya.

Sepanjang tahun 2020, jumlah kasus kebakaran di Kota Makassar sebanyak 88 kasus.

Tiga kebakaran di antaranya, kata dia, menyambut beberapa jam setelah memasuki bulan September 2020.

“Saat memasuki bulan yang berakhiran “ber” di situ biasa banyak kebakaran,” ungkapnya.

Untuk itu, ia mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan pos siaga cegah kebakaran. Posko tersebut telah tersebar di sejumlah titik kota.

Adapun pos yang telah ada, menurut Elodewata, antara lain, di Kompleks BTP, Kecamatan Manggala, Pasar Segar, Jalan Mallengkeri, dan di Kecamatan Ujung Tanah.

Bukan itu saja, ia mengaku jika akan ada tambahan pos nantinya.

“Mungkin besok saya tempatkan di GMTD ada di daerah Tanjung situ yang membackup Tamalate dan Mariso,” jelas Elodewata.

Selain itu, pos siaga juga akan disiapkan di Kerung-Kerung. Kendati, kata dia, kejadian pemukulan terhadap anggota Damkar beberapa waktu lalu sempat terjadi, sehingga posko belum rampung.

“Ini baru separuh selesai poskonya, kemudian Kerung-Kerung kami mau tempatkan tapi anak-anak masih trauma karena sudah dipukul dulu,” sambungnya lagi.

Olehnya, ia mengaku bakal berkoordinasi terlebih dahulu bersama Camat dan Lurah. Ia berharap dalam waktu dekat ini bisa terealisasi.

“Insya Allah dalam waktu dekat kita akan berkoordinasi pihak Lurah, Camat semoga kita bisa tempatkan di situ karena ini tempat yang rawan juga kejadian,” harapnya.

Terakhir, ia mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap peristiwa kebakaran yang terus mengintai di tengah pandemi.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Ketua DPRD Sebut Penyerahan LHP dari BPK Mampu Tingkatkan Sinergi dengan Pemkot Makassar

Tren Kasus Meningkat, Dewan: Sebagian Masyarakat Sudah Tak Menganggap Ada Covid-19

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar