Terkini.id – Peserta Aksi Kamisan di Tamang Signature, Semarang menolak Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko saat hendak berbicara.
Moeldoko menemui peserta aksi didampingi sejumlah orang, di antaranya Ketua Komnas HAM Beka Ulung Hapsara dan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi.
Melansir Kompas, sebelumnya, Moeldoko mengaku baru saja menghadiri acara Festival HAM 2021 di tempat yang tak jauh dari lokasi digelarnya Aksi Kamisan. Saat Moeldoko hendak berbicara, massa menolak.
“Udah, Pak, kami tidak mau Bapak ngomong di sini,” ujar salah seorang peserta.
Mendapat penolakan dari massa, Moeldoko dan rombongan meninggalkan lokasi. Terkait kedatangannya menemui peserta Aksi Kamisan di Semarang, Moeldoko memberikan penjelasannya.
- Moeldoko Sebut Adanya Motif Politik di Balik Pernyataan Mantan Ketua KPK Agus Rahardjo
- Reshuffle Kabinet Hari Ini, Beredar Kabar Syahrul YL Digantikan Moeldoko
- Upaya Melawan Moeldoko CS, Demokrat Sulsel Ajukan Perlindungan Hukum
- KUHP Baru Resmi Diundangkan Oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno
- Begini Komentar Moeldoko Terkait Kekejian TPNPB-OPM Bunuh Warga Tak Berdosa
Dia berkata, dirinya pernah mendampingi Presiden Joko Widodo menemui massa Aksi Kamisan di depan kantor Presiden.
“Saya mendampingi beliau pada acara Kamisan yang selalu ada di depan istana. Dipanggil, diajak berbicara, penekanan pada Jaksa Agung pada persoalan masa lalu segera diberesin, tapi juga kita harus fair ada hal-hal yang memang tidak mudah untuk diselesaikan persoalan HAM masa lalu,” ucapnya.
Di samping itu, Moeldoko mengungkapkan bahwa pemerintah terus berupaya menyelesaikan permasalahan HAM di Indonesia.
“Kita pemerintah beri penekanan yang fair, kebijakan pembangunan nasional harus mengedepankan HAM dan lingkungan hidup,” jelasnya.
Alasan Aksi Kamisan di Semarang tolak Moeldoko
Koordinator Lapangan Aksi Kamisan Semarang, Azis Rahmad menuturkan, pihaknya sengaja tidak memberi ruang bagi Moeldoko untuk bicara.
“Kami tidak memberi ruang dia berbicara, karena dia berbicara tanpa ada realisasi. Tanpa negara mau mengakomodir menuntaskan pelanggaran HAM, sama saja hanya bualan belaka,” terangnya.
Menurut Aziz, dalam Aksi Kamisan ini, massa menuntut pemerintah untuk segera berhenti melakukan perampasan ruang hidup warga dan kerusakan lingkungan.
“Kami hanya ingin negara betul mau menuntaskan pelanggaran HAM, mengakomodir suara rakyat agar kerusakan lingkungan tidak terjadi lagi di Indonesia. Tidak ada lagi penggusuran dan merampas ruang hidup rakyat,” tandasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
