Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial Chusnul Chotimah memberikan pendapatnya soal ucapan Moeldoko yang mengatakan bahwa fundamental ekonomi domestik Indonesia kuat.
“Saya Percaya Jokowi,” ujar Chusnul Chotimah, dikutip dari Twitter @ChusnulCh__, Selasa 19 Juli 2022.

Sebagai informasi, Moeldoko selaku Kepala Staf Kepresidenan (KSP) memberikan tanggapannya soal survei media asing Bloomberg terkait resiko resesi Indonesia.
Berdasarkan hasil survei Bloomberg, Indonesia mempunyai peluang terkena dampak dari resesi global sebesar 3 persen.
“Hasil survei ini menunjukkan bahwa fundamental ekonomi domestik kita kuat dan memiliki daya tahan di tengah risiko global yang masih eskalatif,” ucap Moeldoko, dikutip dari bisnis.com, Selasa 19 Juli 2022.
- Chusnul Chotimah Beri Tanggapan Soal Video Abu Bakar Ba'asyir Akui Pancasila
- Emak-Emak Penghina Iriana Jokowi Ditangkap, Chusnul: Helmi Felis dan Bobby Andhika Kenapa Belum?
- Politikus Gerindra Bela Roy Suryo, Chusnul Chotimah: Fadli Zon Maunya Apa Sih
- Chusnul Chotimah: Teriak Revolusi Akhlak Seperti Orang yang Lari Dari Kasus Pornografi Bicara Soal Moral
- Penduduk Miskin Jakarta Bertambah, Chusnul Chotimah: Anak TK Saja Tau Anies Baswedan Pemimpin Gagal
Dalam acara Seminar Kebangsaan, Moeldoko juga membagi informasi tentang cara pemerintah dalam menyikapi ketidakpastian global.
Untuk sektor energi, dalam menjaga ketersediaan dan harga yang murah di masyarakat, pemerintah memberikan subsidi senilai Rp520 triliun.
Pemberian subsidi ini dilakukan agar seluruh rakyat Indonesia tidak terbebani dalam memperoleh kebutuhan energi.
Namun demikian, subsidi yang diberikan pemerintah tersebut dapat menjadikan APBN jebol. Oleh karena itu, pemerintah berencana untuk mengubah skema subsidi.
“Tidak lagi ke barang tapi langsung ke orangnya agar tepat sasaran,” tutur Moeldoko.
Sedangkan untuk masalah pangan, pemerintah menerapkan kebijakan peningkatan produktivitas dalam sektor pertanian.
Efek dari ketetapan ini adalah Indonesia sudah tidak lagi mengimpor beras selama tiga tahun berturut-turut.
“Bahkan beras kita surplus. Pemerintah juga melakukan diversifikasi pangan, seperti menanam sorgum, sagu, dan jagung. Ini semua untuk menjawab tantangan ancaman krisis pangan dunia,” imbuh Moeldoko.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
