Masuk

Motif Perkelahian Antar Sekolah, Seorang Siswa di Sukabumi Tewas Dibacok

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Seorang siswa di Kota Sukabumi tewas dibacok usai terlibat perkelahian antar sekolah menengah kejurusan (SMK).

Kejadian tersebut terjadi di Jalan Raya Pabuaran, Keluraham Warudoyong Kecamatan Warudoyong Sukabumi Jawa Barat sekitar pukul 13.00 WIB. Siswa tersebut berinisal UA (19) yang merupakan korban pembacokan.

Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sy Zainal Abidin mengungkapkan, pelaku MI (17) ditangkap di Desa Ujunggenteng, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi.

Baca Juga: Aturan Baru Pemerintah, Pakaian Adat Jadi Seragam Sekolah SD, SMP, SMA

“Kami juga mengamankan sebilah celurit yang digunakan pelaku,” ungkap Zainal dalam konferensi pers di Polres Sukabumi Kota.

Zainal juga mengungkapkan bahwa perkelahian ini berawal saat MI bersama teman-temannya menyewa angkutan kota (angkot) menuju Terminal Lembursitu, Sukabumi. Belum sampai ke tempat tujuan, angkot yang ditumpangi pelaku dihadang satu unit sepeda motor di tempat kejadian perkara (TKP).

Di mana kedua Pengendara Motor tersebut Tewas karena Tabrakan, Salah Satu Korban Pelajar SMP Sepeda motor itu ditumpangi dua orang, salah satunya korban UA. Setelah itu, korban UA yang dibonceng langsung mendekati pintu masuk angkot sambil membawa senjata tajam jenis celurit.

Baca Juga: Pria di Tana Toraja Tebas Kepala Sahabat Imbas Ditanya Kapan Nikah

“Celurit itu dikeluarkan dari tas lalu disabetkan kepada pelaku. Namun karena pelaku gesit dan berhasil mengantisipasi, akhirnya terhindar dari sabetan,” jelas dia. Dikutip dari Kompascom. Senin, 1 November 2021.

Menurut Zainal, pelaku MI yang juga membawa celurit saat itu langsung keluar dari angkot berusaha menyerang balik korban. Pelaku lalu mengejar korban dan MI menyabetkan celurit ke bagian tubuh UA.

“Korban melarikan diri sambil mencabut celurit milik pelaku, korban dibawa ke rumah sakit namun meninggal dunia,” ungkapnya.

Diketahui pula bahwa kejadian tersebut karenakan Motif dendam antar sekolah

Baca Juga: Tanamkan Jiwa Nasionalisme Siswa, SIT Al-Hikmah Maros Gelar Kemah Ukhuwah

Zainal mengatakan, pihaknya kemudian mendapatkan informasi tersebut dan melakukan penyelidikan hingga akhirnya mengamankan pelaku.

“Untuk motif perkelahian pelajar ini dendam yang sudah lama antar kedua belah pihak sekolah. Ini yang menjadi perhatian kita semua,” kata dia.

Atas perbuatannya, pelaku kini dijerat pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman penjara maksimal 15 tahun dan atau pasal 351 ayat 3 KUHP tentang penganiayaan mengakibatkan kematian dengan ancaman penjara maksimal 7 tahun.