Tiga Siswi Keroyok Siswa, Usai Menghajar Pelaku Berpesta di Warung

Terkini.id, Jakarta – Viral di media sosial, tiga siswi melakukan aksi kekerasan terhadap siswa di kawasan SMA Negeri di Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Aksi Kekerasan itu, diduga sengaja direkam dan disebar luaskan oleh pelaku (tiga siswi).

Dalam rekaman video yang beredar, terlihat seorang siswa itu hanya duduk di tanah yang kemudian dipukul dan tendang oleh tiga pelajar putri secara brutal.

Baca Juga: Waduh! Pelajar di Bandung Tewas Karena ‘Tusuk Sate’?

Akibat pengeroyokan itu, siswa yang menjadi korban pengeroyokan terlihat sampai tersungkur di tanah dan mukanya babak belur.

Setelah ditelusuri, para pelaku penganiayaan tidak satu sekolah dengan korban. Siswi yang dengan brutal menganiaya korban, diduga merupakan siswi SMA Negeri 2 Wangi-wangi. Mereka berinisial HK, TS, dan RS. Sedangkan korbannya berinisial FJ, diduga siswa SMA Negeri 1 Wangi-wangi.

Baca Juga: Jadi Korban Miskomunikasi Tes PCR, Niluh Djelantik Minta Pemerintah Sosialisasikan...

Dikutip dari Sindonews. Sabtu, 23 Oktober 2021. Kejadian ini diduga buntut ketesinggungan ketiga Siswi ini terhadap korban, karena korban FJ menyebarkan informasi hoax terkait para pelaku.

Para pelaku pun akhirnya menghubungi korban untuk bertemu di kebun warga yang tidak jauh dari sekolah. Karena emosi, ketiga siswi itu menghajar korban secara brutal. Usai menghajar korban, para pelaku berpesta di sebuah warung dan mengabadikan videonya.

Kepala Cabang Dinas Kabupaten Wakatobi, Dinas Pendidikan Sultra, Masidiy membenarkan kejadian kekerasan tersebut.

Baca Juga: Jadi Korban Miskomunikasi Tes PCR, Niluh Djelantik Minta Pemerintah Sosialisasikan...

“Video kekerasan tersebut benar terjadi. Antara pelaku dan korban berasal dari sekolah berbeda. Kami telah mengambil langkah-langkah untuk melakukan mediasi, untuk menyelesaikan persoalan ini,” tegas Masidiy.

Keluarga korban tidak menerima kekerasan yang dialami korban, dan menginginkan untuk diselesaikan secara hukum.

Saat ini kasus penganiayaan tersebut sedang ditangani pihak sekolah, pelaku dan korban, serta perekam dan penyebar video telah dikenakan sanksi.

 

Bagikan