Ridwan mengungkapkan, saat dirinya menjadi konsultan technical engineering construction di PLTA Karebe yang dibangun Vale, dia salut melihat cara Vale mereklamasi lahan bekas tambang. “Kami melihat, Vale ini tidak main-main mereklamasi tambang,” ungkap dia lagi.
Setor Rp2,14 Triliun ke Negara, Vale Ingin Perbaiki Kehidupan Masyarakat
Sejak menjadi CEO Vale pada April 2021 lalu, Febriany Eddy mencanangkan sebuah milestone yang banyak mengubah cara pandang para karyawan tentang keberhasilan perusahaan. Febriany menekankan tentang tujuan mulia perusahaan, yakni untuk memperbaiki kehidupan.
Bagi Febriany Eddy, isu climate change sudah di depan mata. Tahun lalu, di Glasglow, dalam sebuah pertemuan tingkat tinggi dan terpenting di dunia terkait Iklim, Vale sudah menyampaikan komitmen global untuk dekarbonisasi itu. Karbon di udara di kawasan Vale beroperasi, harus berkurang hingga nol pada 2050 nanti. Tujuan-tujuan itu pun tak kalah penting dibanding usaha meraup profit paling besar atau jadi perusahaan terbesar nomor satu.
Capaian-capaian Vale dalam satu tahun terakhir sudah cukup fantastis. Tercatat, setoran pajak dan retribusi perusahaaan itu ke negara mencapai Rp2,14 triliun pada 2021. Hebatnya, angka itu tumbuh hampir dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Vale juga membukukan pendapatan USD 953,17 juta atau sekitar Rp14,8 triliun sepanjang periode 2021. Angka ini naik 24,64 oerseb dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, USD 764,74 juta.
Profit yang besar dimanfaatkan dengan baik oleh perusahaan untuk tujuan-tujuan mulia itu: praktek pertambangan berkelanjutan yang memperbaiki kehidupan dan masa depan, hingga menjadi solusi untuk climate change. Nikel yang diproduksi Vale dan menyumbang 5 persen pasokan nikel di dunia, adalah penggerak energi terbarukan, yakni baterai.
- PT Vale Luncurkan Kelas Konservasi untuk Generasi Penggerak Keberlanjutan di Lutim
- PT Vale Deklarasikan Program Sekolah Bersinar, Wujudkan Lingkungan Belajar Bebas Narkotika
- PT Vale Gelar Service Excellence Improvement Program untuk Mutu Layanan Kesehatan Masyarakat Morowali
- Pangdam XIV Hasanuddin Kunjungi Proyek Strategis Nasional PT Vale di Pomalaa, Perkuat Sinergi
- PT Vale Indonesia Masuk Daftar 15 Perusahaan Pertambangan Berisiko Terendah di Dunia
Untuk tujuan mulia itu, Vale mengeluarkan hampir separuh biaya operasional tambangnya untuk aktivitas konservasi lahan sebelum proses tambang, hingga reklamasi dengan memulihkan biodiversitas alam pasca-tambang.
Vale juga menekankan para pihak yang bekerja sama dengan perusahaan itu, agar punya cara pandang yang sama dengan Vale terkait lingkungan. Karena itulah, Ford Motor Co dan Zhejiang Huayou Cobalt dua perusahaan besar terakhir yang jadi mitra Vale untuk proyek smelter di Blok Pomalaa Sulawesi Tenggara, sepakat untuk tidak menggunakan batu bara sebagai bahan bakar, melainkan LNG. Untuk Blok yang akan beroperasi 2025 itu.
Meskipun, perusahaan yang membangun kerja sama ini sama-sama tahu, belum ada kewajiban dari negara untuk beralih ke LNG. Ongkosnya juga jauh lebih besar.
“Jika ingin sesuatu yang benar, tidak perlu tunggu aturan negara keluar. Partner kita semuanya siap menuju pertambangan rendah karbon,” kata Febriany.
“Bumi tidak bisa menunggu lagi. Kita yang harus memulai,” ucap Wakil Presiden Direktur PT Vale, Adriansyah Chaniago soal biaya yang besar itu.
Cara Vale Menjaga Air Danau Matano Tetap Jernih
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
