Tidak jauh dari kawasan Keiko-Nayoko itu, berdiri pohon-pohon besar yang kokoh. Membentuk sebuah hutan yang lebat. Lahan itu juga bekas tambang, dan sudah direklamasi sejak 2002 silam. Diberi nama bukit Katrin. Itu adalah sebagian dari sejumlah lahan yang sukses direklamasi oleh Vale, dan ekosistemnya mulai pulih.
Vale sudah menyerahkan paling tidak 90 hektare lahan bekas tambang ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), karena telah dianggap berhasil memenuhi kriteria keberhasilan tanaman.
Di lahan-lahan reklamasi itu, ekosistemnya sudah mendekati sedia kala. Sudah diuji petik tim KLHK, dengan melihat munculnya mikroorganisme, tanaman lokal yang berhasil tumbuh, hingga kembalinya habitat hewan.
Dari pemantauan KLHK itu, beberapa hewan sudah kembali dan menjelajah lahan bekas tambang, seperti ular, rusa hingga Anoa. “Khusus Anoa ini, tim dari Biodiversity LIPI yang ahli tentang Anoa menemukan jejak dan tainya,” ungkap alumnus Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin itu.
Hal ini tentu menggembirakan, mengingat Anoa adalah salah satu hewan endemik khas Sulawesi yang terancam punah. Hewan mamalia ini sudah sangat jarang ditemukan di hutan-hutan di Pulau Sulawesi. Kembalinya habitat hewan, menjadi tanda suksesnya proses reklamasi.
- PT Vale Luncurkan Kelas Konservasi untuk Generasi Penggerak Keberlanjutan di Lutim
- PT Vale Deklarasikan Program Sekolah Bersinar, Wujudkan Lingkungan Belajar Bebas Narkotika
- PT Vale Gelar Service Excellence Improvement Program untuk Mutu Layanan Kesehatan Masyarakat Morowali
- Pangdam XIV Hasanuddin Kunjungi Proyek Strategis Nasional PT Vale di Pomalaa, Perkuat Sinergi
- PT Vale Indonesia Masuk Daftar 15 Perusahaan Pertambangan Berisiko Terendah di Dunia
Sembilan puluh hektare areal hutan hasil reklamasi itu adalah tahap awal. Menurut Febriany Eddy, Presiden Direktur PT Vale, ada 30 ha lagi yang akan diserahkan, dan selanjutnya 10.000 ha pada tahun 2024 mendatang.
“Perseroan sangat komitmen pada rehabilitasi lahan dan Daerah Aliran Sungai (DAS) dan menjaga biodiversitas.? Perseroan tidak akan berhenti melakukan rehabilitasi sejumlah lahan pasca tambang, demi menjaga keberlanjutan ekosistem di kawasan hutan areal operasional tambang,” kata Febriany, usai Vale memboyong empat penghargaan dari Kementerian ESDM, 29 September lalu.
Penghijauan di lahan-lahan bekas tambang yang rutin dilakukan, ditambah lagi smelter Vale di Sorowako yang menggunakan teknologi rendah karbon nomor satu di Indonesia, menjadi alasan udara di pegunungan Sorowako selalu bersih dan sejuk.
Akademisi dari Departemen Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin, Irwan Ridwan Rahim mengaku salut dengan aktivitas pertambangan di Vale, khususnya soal reklamasi.
“Saya acungkan jempol ke PT Vale dalam meminimalkan dampak tambang terhadap lingkungan. Saya dari akademisi teknik lingkungan, dan kajian kami terkait lingkungan bidang pertambangan, kita selalu jadikan contoh best practice itu dari Vale,” kata Ridwan, saat berbicara dalam Talkshow ‘Media dan Reportase Pertambangan’ di Hotel Aryaduta Makassar, Jumat 4 November 2022 lalu.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
