Musni Umar Yakin Formula E Mampu Bangkitkan Pariwisata DKI Jakarta, Pengamat: Keren Banget Jubirnya Rektor

Terkini.id, JakartaPengamat politik Yunarto Wijaya belum lama ini terlihat menyoroti pernyataan Rektor Universitas Ibnu Chaldun, Musni Umar.

Sebelumnya, dalam pernyataanya Musni Umar menyampaikan terkait ajang Formula E yang berpeluang pulihkan pariwisata dan ekonomi di DKI Jakarta.

Yunarto Wijaya lantas turut menanggapi hal itu. Melalui akun Twitter pribadinya @yunartowijaya, Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia itu nampak menyidir Musni Umar.

Baca Juga: Samakan Kasus UAS dengan Ratu Narkoba, Musni Umar: Bangsa Bersatu

Adapun sindiran yang diberikan Yunarto pada Musni adalah bak sebagai Juru Bicara (Jubir) Formula E.

“Keren banget nih Formule E jubirnya pake Rektor…,” tuturnya dari akun Twitter @yunartowijaya.

Baca Juga: Sedih UAS Diejek Buzzer, Musni Umar: Beliau Ulama Pewaris Nabi

Sementara itu, dalam unggahan Musni, menyebut ajang balap mobil listrik tersebut merupakan salah satu janji Anies Baswedan dalam kampanye Pilkada DKI 2017 silam.

“Balap mobil Formula E merupakan salah satu janji Anies dlm kampanye Pilkada DKI 2017 utk melakukan berbagai event internasional, hanya pandemi Covid-19 sangat menghambat,” kata Musni.

Adanya ajang Formula E, berdasarkan pandangan Musni, akan berdampak positif terhadap pariwisata, lapangan kerja serta ekonomi di DKI Jakarta.

Baca Juga: Sedih UAS Diejek Buzzer, Musni Umar: Beliau Ulama Pewaris Nabi

“Formula E Berpeluang Pulihkan Pariwisata dan Pertumbuhan Ekonomi di DKI Jakarta,” jelasnya. Dilansir dari Galamedia. Sabtu, 8 Januari 2022.

Lebih lanjut, dia mengungkap pra persiapan balap mobil Formula E, Jakpro yang diberi kepercayaan menyediakan sarana dan prasarana, butuh kontraktor dan pekerja ahli di bidangnya.

Pada tahapan ini, lanjut Musni, mereka yang bekerja pasti memperoleh upah yang memadai dan akan dimanfaatkan oleh keluarga untuk berbelanja.

Selain itu, diungkap Musni, pada saat pelaksanaan Formula E, peserta balap mobil ini akan datang dari berbagai negara yang perlu akomodasi hotel untuk tempat menginap, butuh makan, beli oleh-oleh dan sebagainya.

Hotel di Ancol dan sekitarnya akan penuh, sehingga perlu menambah tenaga kerja, sayur-sayuran, buah-buahan, ikan, daging dan sebagainya untuk dikonsumsi para tamu hotel.

Bagikan