Korban Gusuran JIS Harap Huni Kampung Susun, Yunarto: Kirain Bakal Dikasih DP Nol

Korban Gusuran JIS Harap Huni Kampung Susun, Yunarto: Kirain Bakal Dikasih DP Nol

R
R
Resty
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Pengamat politik, Yunarto Wijaya menanggapi berita sosal warga korban gusur pembangunan Jakarta Internasional Stadion (JIS) yang mengharapkan kepastian menghuni kampung susun sebelum Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan lengser pada Oktober 2022.

Yunarto Wijaya menanggapi singkat bahwa ia mengira para warga Kampung Bayam Warga Kampung Bayam, Kelurahan Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara yangtergurus ini akan diberi Rumah DP Nol Persen.

“Kirain bakal dikasih DP NOL #SiangSiangMemancingKeributan,” kata Yunarto Wijaya melalui akun Twitter pribadinya pada Rabu, 26 Januari 2022.

Dilansir dari berita CNN Indonesia, warga Kampung Bayam yang tergusur proyek JIS berharap mendapat kepastian menghuni kampung susun sebelum masa jabatan Anies Baswedan berakhir.

Ketua Kelompok Agrowisata Edutainment Kampung Bayam Madani, Muhammad Furqon mengatakan bahwa pihaknya juga berharap bisa menjadi pengelola lahan urban farming yang akan dibangun di kawasan JIS.

Baca Juga

“Harapan kami ingin memiliki segi kekuatan hukum dari Pak Anies, misalkan yang direncanakan permukiman yang dibuat kampung susun dan urban farming,” ungkapnya Senin, 24 Januari 2022.

Sebagai informasi, kelompok Agrowisata Edutainment ini bernama Urban Farming.

Setelah mendapatkan pendampingan Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Provinsi DKI, kelompok tersebut menjadi Agrowisata Edutaiment Kampung Bayam Madani.

Kelompok ini terdiri 50 kepala keluarga (KK) warga Kampung Bayam yang menggeluti pertanian dan peternakan bertahun-tahun.

Setelah digusur mereka direlokasi ke hunian sementara yang terletak di kawasan Jalan Tongkol, Penjaringan.

Furqon mengatakan pihaknya berharap Anies dan jajarannya memberikan kepastian hukum mengenai hak tinggal bagi warga Kampung Bayam di hunian sementara.

Warga khawatir proses pembangunan kampung susun akan berlangsung lama. Ditambah lagi, tidak dapat ditampik kemungkinan ada hambatan dalam pembangunan itu.

“Tiba-tiba ada hambatan dalam pembangunannya, kita belum selesai tuntas sampai bulan Agustus atau Oktober, tahu-tahu nanti 2023 selesainya (kampung rusun). Ya batas waktu kita menghuni di Huntara ini ya harus ada penguatan hukumnya,” kata Furqon.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.