Nelayan Terpuruk di Tengah Cuaca Buruk

Terkini.id Makassar – Cuaca buruk yang melanda Kota Makassar beberapa hari terakhir berimbas pada nelayan. Akibatnya, mereka tidak turun melaut.

Iqbal Usman, Nelayan Kodingareng mengatakan akibat cuaca buruk tersebut, tak ada nelayan yang turun melalut sejak 3 hari yang lalu.

“Kami minta perhatian pemerintah dengan memberikan Kredit Usaha Rakyat. Kami butuh tunjangan untuk ekonomi. Ini musim agak kencang dari sebelumnya,” kata Iqbal, Rabu, 23 Desember 2020.

Baca Juga: Tinjau Fasilitas Sekolah di Maros, Muzayyin Arif Serahkan Bantuan Sound...

Nelayan, kata dia, saat ini berada dalam keadaan gamang. Pasalnya, tidak ada pendapatan selain melaut.

“Mau jadi petani tidak ada lahan, mau jadi kantoran tidak ada jasa, mau di mana lagi kalau tidak ke laut,” ungkapnya.

Baca Juga: Program Kesejahteraan Makin Banyak, KKP Ajak Generasi Muda Bangga Jadi...

Iqbal mengatakan saat ini sudah ada nelayan yang turun melaut dengan menantang maut. Hanya saja selalu memantau perkembangan cuaca.

“Mau tidak mau. Tidak melaut susah, melaut lebih susah lagi,” ungkapnya.

Abrasi di Kepulauan Kodingareng

Baca Juga: Program Kesejahteraan Makin Banyak, KKP Ajak Generasi Muda Bangga Jadi...

Iqbal mengatakan abrasi tersebut terjadi 20 tahun. Lalu kembali terjadi, ia mengatakan air naik sampai ke kamar mandi rumah warga.

Rumah nelayan yang terkena dampak abrasi berada di bibir pantai di Kodingareng.

Sementara, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah meminta Pemerintah Kota Makassar agar memberikan alternatif bagi nelayan jika tidak dapat melaut.

Salah satunya lewat Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk membangun UMKM.

Sekertaris Komisi C DPRD kota Makassar Fasruddin Rusli berujar, pemecah ombak bukanlah salah satu solusi untuk mengatasi persoalan tersebut.

Namun perlu adanya bantuan sebagai stimulus dan berefek bagi ekonomi mereka.

“Kemarin waktu PJ dan saya ke sana mereka bilang sendiri butuh KUR,” ungkapnya.

Acil sapaan akrabnya mengungkapkan alternatif tersebut menjadi langkah awal untuk mendorong ekonomi rakyat.

Terlebih, mengingat adanya rencana pemerintah kota dan provinsi dalam mengembangkan wilayah kepulauan sebagai induk pariwisara baru lewat Perda yang akan digodok di 2021 mendatang.

“Jadi ini kita berikan untuk orang yang berusaha khusus (nelayan) karena mereka yang terdampak saat musim angin barat tiba tidak bisa juga serta merta dikasi semua,” sambungnya

Usulan tersebut kerap disampaikan warga yang bermukim di kepulauan saat Acil melakukan reses.

Tak Ada Perhatian Pemeritah bagi Nelayan

Legislator PPP itu mengatakan antusias nelayan sangat tinggi untuk mencari pendapatan lain diluar profesi utamanya sebagai nelayan.

“Kondisi angin barat yang kerap menerpa wilayah kepulauan dan membuat mereka tak melaut sudah menjadi rutinitas tahunan yang sama sekali belum mendapat perhatian serius pemerintah,” paparnya.

“Mereka itu masih bagian dari kita, jadi tugas kita bagaimana membuat mereka ini tidak mendapat julukan lagi sebagai wilayah tertinggal,” pungkasnya.

Bagikan