Nenek Felicia Disebut Pernah Datangi Istana Bogor, Eko Kuntadhi: Urusan Pacaran Begini Amat

Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Eko Kuntadhi turut mengomentari polemik hubungan Kaesang Pengarep dan Felicia Tissue yang akhir-akhir ini kembali ramai dibicarakan.

Eko Kuntadhi terutama menyoroti soal pengakuan Felicia bahwa neneknya pernah mendatangi Istana Bogor untuk meminta kejelasan kepada keluarga Joko Widodo.

Terkait hal ini, Eko Kuntadhi mengatakan bahwa nenek Felicia seharusnya mendatangi Kantor Persatuan Sepak Bola Indonesia Semarang (PSIS).

Baca Juga: Tanggapi Ceramah Bahar, Eko Kuntadhi: Kayaknya FPI Akan Banjir Darah

Pasalnya, protokol di Istana memang ketat sehingga tidak semua orang dapat masuk.

“Harusnya ke kantor PSIS dong. Lebih longgar aturannya untuk terima tamu. Kalau ke istana, ya susah. Ada protokol. Urusan pacaran begini amat,” kata Eko melalui akun Twitter-nya pada Jumat, 28 Maret 2021.

Baca Juga: Sarankan Dana MUI Diaudit, EK: Jangan Sampai Publik Curiga, Gimana...

Sebagai catatan, Eko Kuntadhi meralat cuitannya saat diingatkan oleh netizen bahwa Kaesang adalah Direktur Utama Persis Solo, bukan PSIS.

Seperti diketahui, masalah asmara ini mencuat ke publik usai ibu Felicia, Meilia Lau berbicara di Instagram-nya pada Sabtu, 6 Maret 2021.

Sehari kemudian, 7 Maret 2021, kakak Felicia juga turut bicara di kanal Youtube milik ‘Felicia Tissue’.

Baca Juga: Sarankan Dana MUI Diaudit, EK: Jangan Sampai Publik Curiga, Gimana...

Menurut keterangan dari keduanya, Kaesang tiba-tiba menghilang tanpa kabar setelah mengatakan bahwa ia akan melamar Felicia.

Padahal, hubungan Kaesang dan Felicia telah berjalan selama lima tahun.

Masalah ini sudah cukup lama tidak dibicarakan hingga akhirnya Felicia memutuskan untuk angkat bicara pada Rabu, 26 Mei 2021.

Ada beberapa poin yang disampaikan Felicia dalam video berjudul ‘The Revelation’ yang ia unggah di kanal Youtube-nya.

Salah satu yang menarik perhatian adalah soal neneknya yang ternyata pernah mendatangi Istana Istana Presiden di Bogor, Jawa Barat. 

“Tetapi nenek saya tetap menempuh perjalanan ke Istana Bogor untuk mempertanyakan ada apa sebetulnya dengan putra beliau (Jokowo). Sayangnya, perjalanan itu sia-sia,” kata Felicia.

“Dinding Istana begitu tebal dan tidak ada seorangpun yang menjawab pertanyaan nenek saya,” tambahnya.

Bagikan