Padahal, penyanyi laki-laki lain seperti Ed Sheeran, Shawn Mender, dan lain-lain juga sering menulis lagu soal mantan.
Oleh karena itu, serangan yang didapat Taylor Swift hanya karena menulis lagu soal mantan dinilai misoginis dan mengandung unsur seksisme.
“Kamu menghargai Taylor Swift atau tidak, bisakah kita sepakat bahwa lelucon misoginis seperti ini tidak lucu,” tulis @LessGorgeousJoe pada Senin, 1 Maret 2021.
“Netflix mau mengambil keuntungan dari Taylor Swift tapi tidak menghargainya sebagai perempuan di abad ke-21. Yang masuk akal saja lah,” tulis @Saylorrtwiftt.
Taylor Swift sendiri sudah pernah menyatakan tidak suka bahwa ia selalu diserang karena menulis lagu soal cinta dan mantan, padahal penyai laki-laki lain juga melakukan itu.
- Anti-Hero Lagu Baru Taylor Swift yang Memiliki Banyak Makna
- Album Baru Taylor Swift Berhasil Memecahkan Rekor di Platform Spotify
- Bangga! Dapat Gelar Doktor dari New York University, Taylor Swift: Jangan Merasa Malu Karena Mencoba Sesuatu
- Baru Berusia 35 Tahun, Gabriel Boric Menjadi Presiden Termuda di Chile
- Aktor Gong Yoo Kencan dengan Penyanyi Taylor Swift? Ini Tanggapan Agensinya
“Kau akan menemui orang yang mengatakan ‘Ow, kau tahu, dia hanya menulis lagu-lagu tentang mantannya.’ Dan sejujurnya saya berpikir itu adalah pandangan yang sangat sexist,” kata Taylor Swift dalam sebuah wawancara besama 2 Day FM Sydney yang ditayangkan di youtube pada 20 Oktober 2014.
“Tidak ada yang bilang begitu ke Ed Sheeran. Tidak ada yang bilang begitu ke Bruno Mars. Mereka juga menulis soal mantan-mantan mereka, pacar mereka, dan kehidupan cinta mereka. Dan tidak ada yang angkat bendera merah (protes),” lanjutnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
