Tuding PKS Rumah Khilafah, Netizen Provokator: Mereka Tidak Percaya Pancasila

Terkini.id, Jakarta – Seorang netizen provokator di media sosial melontarkan tudingan keras terhadap Partai Keadilan Sejahtera atau PKS. Ia menyebut Parpol itu merupakan rumah penganut paham Khilafah.

Adapun tudingan netizen provokator dengan nama akun MbahSaman itu sontak viral usai dibagikan pengguna Twitter GnwnMulyadi, seperti dilihat pada Minggu 24 April 2022.

Dalam narasi cuitannya, netizen itu menyebut akun MbahSaman tersebut sebagai provokator.

Baca Juga: Perbedaan Ideologi, PDIP Enggan Bersama Demokrat dan PKS di Pemilu...

“Provokator,” cuit netizen GnwnMulyadi, sembari menyertakan foto tangkapan layar unggahan MbahSaman yang mendesak agar PKS dibubarkan.

Dilihat dari postingan MbahSaman, tampak netizen itu mengunggah sebuah poster berisi narasi menuding PKS sebagai rumah khilafah.

Baca Juga: Komentari Koalisi PKS, Nasdem dan Demokrat, Pengamat Politik: Ini Bukan...

“PKS Rumah Khilafah,” demikian narasi tertulis dalam isi poster unggahan netizen itu.

Selain itu, dalam isi poster tersebut juga tertulis tudingan bahwa PKS hanya percaya dengan khilafah dan tak memercayai Pancasila.

Oleh karena itu, si netizen menyerukan kepada warganet untuk menggaungkan tagar ‘BubarkanPKS’.

Baca Juga: Komentari Koalisi PKS, Nasdem dan Demokrat, Pengamat Politik: Ini Bukan...

“PKS Hanya Percaya Khilafah, Tidak Percaya Pancasila. Bubarkan PKS!!!,” tulis netizen MbahSaman.

Sontak postingan MbahSaman tuding PKS rumah khilafah itu menuai tanggapan dari banyak warganet. Salah satu netizen menilai pemilik akun tersebut harus diberi pelajaran.

“Yang model begini bagus juga kalo sekali-sekali diberi pelajaran serius, laporin aja nih min FPKSDPRRI. Meski jujur, pesimis kalo bakalan diproses sama penegak hukum sih. Bener kan Gan..??,” kata netizen Masigit17.

Sementara warganet lainnya, Matagen3 menyebut netizen provokator yang menuding PKS rumah khilafah itu sebagai preman oplosan.

“MbahSaman preman mabuk oplosan … tato aj dibanggakan nih kecoa,” ujarnya.

Bagikan