Terkini.id, Jakarta- Perdana Menteri Inggris Boris Jhonson dikabarkan telah resmi mengundurkan dari jabatannya sebagai perdana menteri.
Kabar pengunduran diri Boris Jhonson dari Perdana Menteri Inggris menjadi sorotan netizen di media sosial.
Di saat bersamaan, sebuah video yang menampilkan Presiden Jokowi dan Boris Jhonson saat di KTT G7 di Jerman kembali beredar.
Presiden Jokowi dan Boris Jhonson tampak berbincang -bincang. Kemudian Boris Jhonson terlihat meninju lengan Presiden Jokowi.
Momen Boris Jhonson saat meninju Presiden Jokowi pun menjadi sorotan netizen dan menuai komentar di media sosial.
- Viral, Presiden Polandia Kena Prank dari Penelepon Asal Rusia
- Liz Truss Sebagai PM Inggris, Boris Johnson: Dia Punya Rencana Atasi Krisis Biaya Hidup
- Sunak VS Truss, Siapakah yang Pantas Gantikan Boris Johnson Sebagai Perdana Menteri Inggris
- Boris Johnson Saat Bertemu Jokowi: Senang Bertemu Denganmu
- Bentak PM Inggris, Jurnalis Ukraina: Anda Tak Datang ke Kiev Karena Takut Perang!
Seorang netizen bernama Rudi Valinka atau @kurawa turut berkomentar melalui akun Twitternya yang diunggah pada Jumat 8 Juli 2022.
Netizen tersebut menilai Boris Jhonson terkena azab akibat meninju lengan Presiden Jokowi.
Dia menyebut bahwa hanya dalam kurun waktu 10 hari saja Boris Jhonson dipecat dari jabatannya sebagai Perdana Menteri Inggirs.
“Azab meninju-ninju lengan presiden @jokowi
hanya dalam waktu 10 Hari dipecat dari Perdana Menteri Inggris,” tulis akun @kurawa.
Lebih lanjut, netizen tersebut menyebut kalau Boris Jhonson tidak belajar dari pakar ekonomi Rizal Ramli dan Rocky Gerung.
Menurutnya, Rizal Ramli dan Rocky Gerung sampai berbusa-busa untuk menggulingkan pemerintahan Jokowi.
Bahkan, dia menyebut dari uapaya yang dilakukan mereka berdua sampai hari ini masih suli hidupnya.
“Kagak belajar dari rizal ramli, rocky gerung dkk sih om Boris Johnson berbusa-busa mereka mau gulingkan pemerintah sampai hari ini masih sulit hidupnya,” ujarnya.

Sementara itu, Boris Jhonson menyatakan mengundurkan diri sebagai Perdana Menteri Inggris pada Kamis 7 Juli 2022.
Dilansir dari suara.com, Boris Jhonson mengikuti saran dari rekan-rekan menteri dan anggota parlemen di Partai Konservatif.
Kronologi Pengunduran Diri Boris Jhonson
Pengunduran diri Boris Jhonson (BJ) erat kaitannya dengan adanya sebuah skandal yang mencoreng nama pemerintahan Jhonson.
Adapun skandal terbaru tersebut melibatkan seorang anggota parlemen Partai Konservatif yang merupakan sekutunya, Chris Pincher.
Pincher sebelumnya ditunjuk oleh Johnson untuk menjabat posisi penting Deputy Chief Whip. Dalam laman resmi-nya diketahui posisi tersebut mengatur kontribusi partai untuk bisnis parlemen.
Pincher sendiri sejak minggu lalu sudah di skors. Ia diselidiki oleh badan pengawas parlemen terkait tuduhan pelecehan seksual pada dua pria yang dalam keadaan mabuk.
Insiden itu berlangsung saat dirinya menghadiri acara The Conservative Friends of Cyprus, organisasi relawan Partai Konservatif Britania Raya.
Laporan itu diketahui salah satu anggota parlemen yang kemudian melaporkannya ke Chris Heaton-Harris, sekretaris parlemen.
Pincher akhirnya memutuskan untuk mundur dari jabatannya. Ia mengaku tengah mabuk saat peristiwa itu hingga membuatnya melakukan pelecehan seksual.
Skandal itu kemudian beralih ke Johnson. Mengutip juru bicara kantor sekaligus tempat tinggal PM Inggris, Downing Street, ia sudah diberi tahu sejumlah komplain terkait perilaku Pincher di 2019 begitu akan memilihnya di 2022.
Namun, publik menyayangkan mengapa Johnson tetap memilih Pincher. Berdasarkan catatan media The Guardian, Pincher juga sudah memiliki beberapa kasus serta tuntutan sejak 2017.
Hal tersebut membuat Johnson meminta maaf pada hari Selasa 5 Juli 2022 lalu. Disitu, ia juga mengakui kesalahannya lantaran telah memilih Pincher.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
