Masuk

Viral, Presiden Polandia Kena Prank dari Penelepon Asal Rusia

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Presiden Polandia Andrzej Duda berbicara dengan seorang penelepon yang berpura-pura menjadi Presiden dari Prancis Emmanuel Macron.

Dilansir dari kantor berita REUTERS, pembicaran terjadi pada malam ketika sebuah rudal menghantam sebuah desa di dekat perbatasan Ukraina, kata Kantor Kepresidenan Polandia pada Selasa, 22 November 2022, sebuah pengakuan yang kemungkinan akan menimbulkan pertanyaan tentang operasinya.

Dalam rekaman 7,5 menit panggilan yang diposting di internet oleh komedian Rusia Vovan dan Lexus, Presiden Polandia Andrzej Duda terdengar berbicara dalam bahasa Inggris kepada penelepon, yang mencoba menggunakan aksen Prancis.

Baca Juga: Liz Truss Sebagai PM Inggris, Boris Johnson: Dia Punya Rencana Atasi Krisis Biaya Hidup

Seruan itu, untuk kedua kalinya dalam beberapa tahun terakhir orang iseng dari Rusia berhasil menghubungi Presiden Polandia Andrzej Duda, datang pada malam ketika dunia khawatir konflik di Ukraina dapat meluas ke luar perbatasannya.

“Emmanuel, percayalah, saya ekstra hati-hati,” kata Presiden Andrzej Duda kepada penelepon. 

“Saya tidak ingin berperang dengan Rusia dan percayalah, saya ekstra hati-hati, ekstra hati-hati.”

Baca Juga: Sunak VS Truss, Siapakah yang Pantas Gantikan Boris Johnson Sebagai Perdana Menteri Inggris

Setelah itu Kantor Kepresidenan Polandia menulis di Twitter: “Setelah ledakan rudal di Przewodow, selama panggilan yang sedang berlangsung dengan kepala negara dan pemerintahan, seseorang yang mengaku sebagai Presiden Prancis Emmanuel Macron terhubung.”

“Selama panggilan telepon, Presiden Andrzej Duda menyadari dari cara yang tidak biasa lawan bicara melakukan percakapan bahwa mungkin ada upaya-upaya tipuan dan mengakhiri percakapan.”

Kantor Kepresidenan Polandia mengatakan sedang menyelidiki bagaimana penelepon berhasil menghubungi Presiden Andrzej Duda bersama dengan layanan terkait.

Pada tahun 2020 lalu, Vovan dan Lexus juga pernah menelepon Presiden Polandia Andrzej Duda dengan berpura-pura menjadi Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, mengajukan pertanyaan tentang keamanan dan penyaringan panggilan di kantor Andrzej Duda.

Baca Juga: Boris Jhonson Mundur dari PM Inggris, Netizen: Azab Tinju Presiden Jokowi, Dipecat!

Vovan dan Lexus dikenal di Rusia karena menargetkan selebritis dan politisi dengan panggilan telepon prank atau iseng dan di masa lalu telah menipu Presiden Prancis Emanuel Macron, penyanyi Inggris Elton John dan mantan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson.