Polisi Sebut Aplikasi Azan dan Salat Curi Data Pribadi, Netizen: Sudah Biasa Jual Beli Data di Negeri Ini

Polisi Sebut Aplikasi Azan dan Salat Curi Data Pribadi, Netizen: Sudah Biasa Jual Beli Data di Negeri Ini

R
Muhammad Ifan
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat agar mewaspadai pencurian data pribadi dari aplikasi salat dan azan di Play Store.

Imbauan ini telah diunggah di akun Instagram @siberpoldametrojaya. Dalam unggahan itu turut disampaikan jika aplikasi tersebut telah diunduh lebih dari 10 juta pengguna.

“Waspada Aplikasi Salat dan Azan Pencuri Data Pribadi Beredar di Play Store, Sudah Diunduh 10 Juta Pengguna!,” demikian keterangan dalam unggahan tersebut dilansir dari CNN Indonesia.

Dalam unggahan itu juga turut disampaikan bahwa sebuah analisis melaporkan tentang serangkaian aplikasi di Google Play Store yang mengumpulkan data sensitif pengguna dan telah diunduh oleh lebih dari 45 juta pengguna.

Data para pengguna tersebut, lanjutnya, berpotensi bisa disalahgunakan akibat keamanan server atau database yang buruk.

Turut disampaikan pula bahwa aplikasi itu mencuri data melalui pengembangan perangkat lunak (SDK) pihak ketiga yang mencakup kemampuan untuk menangkap konten clipboard, data GPS, alamat e-mail, nomor telepon, dan bahkan alamat MAC router modern pengguna dan SSID jaringan.

Berita terkait polisi yang menyebut jika aplikasi azan dan salat mencuri data pribadi ini ramai direspon oleh banyak netizen di media sosial Twitter, salah satunya datang dari pengguna bernama @L4NK

Dalam cuitannya, akun Twitter @L4NK mengatakan jika sudah menjadi hal biasa jual beli data terjadi di negeri ini.

“kan dah biasa jual beli data di negeri ini knp mesti takut?” Tulis akun Twitter bernama @L4NK.

Polisi Sebut Aplikasi Azan dan Salat Curi Data Pribadi, Netizen: Sudah Biasa Jual Beli Data di Negeri Ini
Cuitan Netizen @L4NK

Pengguna Twitter lain bernama @Julian303 turut memberikan pendapatnya, ia sepakat jika data pribadi dicuri untuk hal yang bermanfaat.

“ya nggak apa to… data kita dipakai di aplikasi yang bermanfaat kita ikhlas kok” Tulis pengguna Twitter bernama @Julian303.

Dilansir dari CNN Indonesia, unggahan @siberpoldametrojaya tersebut juga memuat daftar 10 aplikasi salat dan azan di Play Store yang mencuri data pribadi pengguna.

Yakni, Speed Camera Radar dengan 10 juta unduhan, Al-Moazin Lite (Prayer Times) sebanyak 10 juta unduhan, WiFi Mouse (remote control PC) yang diunduh 10 juta pengguna.

Lalu, QR & Barcode Scanner dan Qibla Compass – Ramadan 2022 dengan masing-masing sebanyak 5 juta unduhan.

Kemudian, Simple Weather & Clock Widget, Handcent Nex SMS-Text w/MMS, Smart Kit 360, Al Quran MP3 – 50 Reciters & Translation Audio, Full Quran MP3 – 50+ Language & Translation Audio, Audiosdroid Audio Studio DAW. Masing-masing aplikasi sebanyak 1 juta unduhan.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.