Terkini.id, Jakarta – Kondisi new normal dinilai bakal menggeliatkan kembali sektor ekonomi, khususnya sektor pariwisata yang selama ini banyak terpukul oleh pandemi covid-19.
Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia ( ASITA) menilai, kondisi kenormalan baru atau new normal di sektor pariwisata kemungkinan akan membuat wisatawan lebih sadar akan kebutuhan asuransi perjalanan.
Ketua Umum ASITA, Nunung Rusmiati mengatakan hal itu karena adanya perubahan perilaku wisatawan karena pandemi COVID-19.
“Masyarakat Indonesia yang biasanya soal asuransi kesehatan dan keselamatan tidak terlalu memikirkan, sekarang jadi lebih aware (sadar) ternyata perlu asuransi ini,” katanya seperti dikutip dari antara, Senin 1 Juni 2020.
Menurut Nunung, hal itu juga terungkap dalam survei yang dilakukan oleh ASITA mengenai perubahan perilaku wisatawan karena pandemi.
- Di Business Forum IGS 2026, Wali Kota Makassar Akan Tawarkan Peluang Investasi Strategis
- Bedah Buku Ajoeba Wartabone Hidupkan Kembali Semangat Perjuangan Tokoh Bangsa dari Indonesia Timur
- Welcome Dinner IGS 2026 di Fort Rotterdam, Wali Kota Munafri Ajak Delegasi 28 Negara Mengenal Potensi Makassar
- Munafri Arifuddin: Makassar Siap Jadi Gerbang Kerja Sama Internasional Kawasan Timur Indonesia
- Wakil Gubernur Dukung Perluasan Program RISE untuk Perkuat Sanitasi Berkelanjutan di Sulsel
Nunung juga menyebut perubahan perilaku wisatawan lainnya adalah wisatawan akan merasakan kekhawatiran dalam melakukan perjalanan, baik untuk keperluan hiburan atau bisnis.
Oleh karena itu, pelaku usaha di sektor pariwisata juga dipastikan akan selalu melakukan mitigasi risiko terhadap layanan yang diberikan ke pelanggan.
“Misalnya, maskapai Emirates itu sudah melakukan rapid test ke penumpang sebelum perjalanan,” katanya.
Lebih lanjut, ASITA mengapresiasi langkah pemerintah untuk mendukung kebangkitan sektor pariwisata yang terpukul berat oleh pandemi Covid-19.
Meski belum ada keputusan destinasi yang akan dibuka kembali karena masih perlu ada identifikasi lanjutan, upaya tersebut menjadi langkah yang baik untuk mengembalikan sektor tersebut.
“Sesuai hasil ratas, pemberlakuan new normal memang akan ada pengurangan wisatawan, tapi dengan membuka kawasan yang penyebaran Covid-19 rendah, itu cara bagus mengembalikan pariwisata meski ada pembatasan jumlah kunjungan atau pengurangan jam,” imbuh Rusmiati lagi.
Sebelumnya, sebuah platform pengetahuan yang membahas strategi bisnis dan marketing termutakhir, yakni Inventure Knowledge menyebutkan bahwa produk asuransi terkait covid-19 bakal banyak diminati selama masa new normal.
Dalam e-book yang dibagikan Inventure Knowledge dan diterima terkini.id, disebutkan perusahaan produk asuransi corona yang dibuka perusahaan asuransi menjadi satu dari 50 inovasi bisnis yang bakal menggeliat selama masa new normal.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
