Terkini.id, Jakarta – Ngeri! Tanah longsor La Palma bisa picu tsunami dahsyat yang tewaskan jutaan orang. Mendengar kata tsunami, pasti setiap orang akan merinding dibuatnya. Tsunami tidak hanya memakan banyak korban jiwa, tetapi juga meninggalkan bekas trauma yang mendalam bagi para korbannya.
Untuk itulah para peneliti mengingatkan, tanah longsor La Palma dapat membunuh jutaan orang di Eropa dan di sepanjang pesisir timur Amerika Serikat (AS). Pasalnya, jutaan ton batu akan jatuh ke Samudra Atlantik dan menyebabkan megatsunami atau tsunami mahadahsyat.
Sekadar diketahui, La Palma merupakan sebuah pulau di Spanyol. Pulau ini terletak di bagian Samudera Atlantik, tepatnya di Kepulauan Canary, Spanyol. Pada 2013, pulau ini memiliki jumlah penduduk sebanyak 85.225 jiwa dan memiliki luas wilayah 708,32 kilometer persegi.
Pulau ini memiliki angka kepadatan penduduk sebesar 122 jiwa per kilometer persegi. Kota terbesar di pulau ini adalah Los Llanos de Aridane dengan jumlah penduduk 21.145 jiwa.
Mulai 19 September 2021 lau merupakan aktivitas gunung api Cumbre Vieja dengan erupsi lahar, gempa bumi, dan asap vulkanik. Sebanyak lima ribu jiwa dievakuasi. Tidak ada korban, namun semua rumah rusak.
Seperti dilansir express.co.uk via kontan.co.id, Selasa 2 November 2021, lava lava menyembur keluar dari celah di gunung berapi Cumbre Vieja di La Palma dan mengalir menuruni gunung serta melewati desa-desa.
Semburan cairan merah dan panas dan abu terlempar ke udara, lava menghancurkan segala sesuatu yang dilaluinya. Desa, sekolah, dan ratusan rumah hangus sebelum lahar mencapai laut 10 hari kemudian.
Gunung berapi itu sekarang telah meletus selama enam minggu, terakhir memuntahkan abu dalam jumlah besar di atas pulau itu. Menurut data dari layanan pemantauan satelit Uni Eropa, total 2.400 hektare lahan sejauh ini telah tertutup.
La Palma sendiri memiliki sejarah panjang aktivitas gunung berapi. La Palma telah meletus delapan kali sejak Spanyol mulai mencatat aktivitasnya pada abad ke-15.
Selain itu, risiko yang datang dengan letusan gunung berapi adalah tanah longsor, sesuatu yang biasa terjadi di pulau-pulau yang baru dibuat seperti La Palma.
Kemungkinan itu dieksplorasi selama film dokumenter Naked Science, ‘Landslides’. Di film dokumenter tersebut, narator menggarisbawai ‘Tanah longsor dari gunung ini bisa membunuh jutaan orang di Eropa dan di sepanjang pesisir timur Amerika’.
Sekadar diketahui, dalam istilah geologis La Palma adalah bayi yang baru saja melewati ulang tahunnya yang keempat juta.
Diketahui, letusan telah membangun kerucut sisi curam dengan lapisan abu tebal di sekitarnya, bukit-bukit besar residu yang tampaknya siap untuk roboh.
Ahli geologi Bill Mcguire dari University College London (UCL) mengklaim, tekanan gas dapat menumpuk di letusan di masa depan dan membuka pulau di sepanjang garis patahan yang membentang di La Palma.
McGuire dan peneliti lainnya telah menelusuri garis patahan setidaknya sembilan mil, dan percaya itu sangat panjang sehingga jika retak terbuka, lima ratus miliar ton batu akan meluncur ribuan kaki ke bawah ke laut.
“Ini akan terjadi dalam letusan di masa depan, tidak ada keraguan tentang itu. Masalahnya, letusan kadang terjadi setiap 20 tahun, terkadang setiap 200 tahun,” imbuhnya dalam film dokumenter itu.
Menurut penelitiannya, luncuran itu akan mencapai kecepatan lebih dari 220 mil per jam.
“Tanah longsor akan meluncur menuruni lereng gunung berapi. Itu akan mulai pecah menjadi potongan-potongan kecil ke laut. Pada saat itu, tanah longsor memindahkan sesuatu seperti setengah mil air yang akan menjulang di atas kepala Anda, dan itu mungkin akan menjadi hal terakhir yang pernah Anda lihat,” imbaunya.
Ia meniscayai, dampak batu di laut akan menciptakan kubah air setinggi hampir tiga ribu kaki dan mungkin lebih besar dari Pulau Manhattan.
Ahli geologi mengklaim, kejadian itu juga akan membentuk ‘tsunami tepi laut’ yang kekuatannya paling tidak sama destruksinya dengan yang melanda Samudra Hindia.
Sejumlah besar energi yang dipompa ke laut akan menciptakan apa yang ilmuwan sebut sebagai ‘megatsunami’, dengan gelombang yang melesat ke segala arah.
Prediksi komputer menunjukkan, tsunami itu dapat melakukan perjalanan hingga empat ribu mil menuju pesisir timur AS.
Sementara ombak akan kehilangan sebagian kekuatannya di sepanjang jalan, McGuire menjelaskan kondisi ‘bencana’ itu melintasi Samudra Atlantik ke pantai timur Amerika Utara.
“Akan tetapi, air itu sendiri tidak akan bergerak sepenuhnya. Partikel individu di dalam air akan mengirimkan energi satu sama lain,” paparnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
