Ngeri! WHO Prediksi Kematian Lantaran Corona di Eropa Capai 2,2 Juta

Ngeri! WHO Prediksi Kematian Lantaran Corona di Eropa Capai 2,2 Juta

Effendy Wongso
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Ngeri! WHO prediksi kematian lantaran corona di Eropa capai 2,2 juta. Virus corona yang diklaim perdana mewabah di Wuhan, Hubei, China masih saja menjadi momok yang menakutkan bagi kondisi kesehatan warga dunia hingga saat ini. Tidak tanggung-tanggung, Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) memprediksi, jumlah total kematian akibat Covid-19 di Eropa bisa mencapai 2,2 juta pada musim dingin.

Jika kasus Covid-19 di Eropa terus meningkat, WHO memperkirakan jumlah kematian pada 1 Maret 2022 dapat mencapai 700 ribu, selain 1,5 juta orang yang telah meninggal lantaran virus ini.

Seperti dilansir dari Aljazirah, Rabu 24 November 2021, WHO juga memperkirakan, saat ini hingga 1 Maret 2022 sistem kesehatan di 49 dari 53 negara Eropa berada di bawah tekanan tinggi, terutama di unit perawatan intensif (ICU).

Pasalnya, Eropa kembali menjadi pusat pandemi Covid-19 lantaran penyerapan vaksin yang lamban di beberapa negara. Sementara itu, varian Delta yang sangat menular dengan cuaca yang lebih dingin dan pelonggaran pembatasan menjadi pemantik penularan masif.

Namun demikian, tingkat penularan sangat bervariasi antar negara di Eropa. Tingkat penularan rendah terjadi di sebagian besar wilayah Eropa timur. Sebagai perbandingan, hanya 24,2 persen orang Bulgaria yang telah menerima vaksinasi lengkap. Sementara di Portugal, sebanyak 86,7 persen penduduknya telah menerima vaksinasi lengkap.

Menurut data WHO, kematian terkait Covid-19 di wilayah Eropa dari 53 negara meningkat pekan lalu menjadi hampir 4.200 per hari. Jumlah tersebut dua kali lipat dari 2.100 kematian per hari pada akhir September 2021.

WHO mengatakan, tingginya jumlah orang yang tidak divaksinasi, serta menurunnya tingkat kekebalan vaksin menjadi faktor yang memicu kenaikan kasus Covid-19 di Eropa. Selain itu, faktor lainnya yaitu dominasi varian Delta dan pelonggaran langkah-langkah kebersihan.

Beberapa negara, termasuk Yunani, Prancis dan Jerman, tengah berupaya keras untuk memberikan suntikan dosis ketiga kepada masyarakat.

WHO juga mengungkapkan, tingginya jumlah orang yang tidak divaksinasi, serta pengurangan perlindungan yang disebabkan vaksin, termasuk di antara faktor-faktor yang memicu penularan tinggi di Eropa di samping dominasi varian Delta dan pelonggaran langkah-langkah kebersihan.

Direktur Regional WHO Eropa Hans Kluge menyampaikan, Eropa dan Asia Tengah menghadapi musim dingin yang ‘menantang’di masa depan. Untuk itu, ia menyerukan pendekatan vaksin plus yang terdiri dari kombinasi vaksinasi, menjaga jarak sosial, menggunakan masker, dan mencuci tangan.

WHO sendiri mengatakan, masker dapat mengurangi penularan Covid-19 hingga 53 persen. Menurut sebuah penelitian terbaru, lebih dari 160 ribu kematian dapat dicegah pada 1 Maret 2021 jika cakupan masker universal mencapai 95 persen.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.