“Arini, kamu sudah dewasa. Kamu berani berbuat, harus berani bertanggung jawab. Bayi dalam kandunganmu tidak bersalah. Jangan tambah luka dengan niat menggugurkannya. Allah Maha Pengampun. Kamu masih bisa kembali.”
………
Kasus Arini bukan satu-satunya. Ia bagian dari fenomena gunung es: yang tampak hanya sedikit, yang tersembunyi jauh lebih banyak.
Menurut data BKKBN (2023):
> 🔸 1 dari 4 remaja perempuan Indonesia yang mengalami kehamilan tidak direncanakan adalah mahasiswi.
- Di Balik Jeritan Siswa Kejadian 23 April 2026, Kasus MBG Terhenti di Tengah Jalan?
- Kanwil DJP Sulselbartra Peringkat Kedua Nasional Pertumbuhan Pelaporan SPT 2025
- Upacara Hardiknas, Bupati Tegaskan Komitmen Pemkab Jeneponto Mencetak Generasi Emas
- XLSMART Gelontorkan Rp200 Juta, 33 Ribu UMKM Perempuan Berebut Modal Pintar 2026
- Ulama dan Umara: Dua Pilar Peradaban untuk Sulawesi Selatan Maju dan Berkarakter
🔸 30% remaja Indonesia mengaku pernah melakukan hubungan seksual pranikah (Survei WHO, 2022).
🔸 Sebagian besar berujung pada aborsi ilegal, pernikahan terpaksa, atau putus kuliah.
Di balik angka itu, ada air mata. Ada ketakutan. Ada jiwa-jiwa muda yang kehilangan arah karena tak pernah dipandu sejak awal.
Mengapa Ini Bisa Terjadi?
Karena rumah yang seharusnya menjadi tempat pendidikan iman dan akhlak, berubah menjadi tempat yang sunyi tanpa kehangatan rohani.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
