“Arini, kamu sudah dewasa. Kamu berani berbuat, harus berani bertanggung jawab. Bayi dalam kandunganmu tidak bersalah. Jangan tambah luka dengan niat menggugurkannya. Allah Maha Pengampun. Kamu masih bisa kembali.”
………
Kasus Arini bukan satu-satunya. Ia bagian dari fenomena gunung es: yang tampak hanya sedikit, yang tersembunyi jauh lebih banyak.
Menurut data BKKBN (2023):
> 🔸 1 dari 4 remaja perempuan Indonesia yang mengalami kehamilan tidak direncanakan adalah mahasiswi.
- Innalillahi, Putra Mantan Gubernur HZB Palaguna, Mawang Palaguna Meninggal Dunia
- Bupati Andi Utta Apresiasi KM Bulukumba di Rantau yang Konsisten Berkurban untuk Kampung Halaman
- Perjalanan Telkomsel Selama 31 Tahun Menjaga Semangat 'Melayani Sepenuh Hati'
- Kisah Haru Opa Liu, Warga Kelahiran Makassar yang Bangun "Indonesia Kecil" di Tiongkok
- MaxOne Hotel & Resort Makassar Gelar Salat Ied dan Salurkan Daging Kurban ke Warga Sekitar
🔸 30% remaja Indonesia mengaku pernah melakukan hubungan seksual pranikah (Survei WHO, 2022).
🔸 Sebagian besar berujung pada aborsi ilegal, pernikahan terpaksa, atau putus kuliah.
Di balik angka itu, ada air mata. Ada ketakutan. Ada jiwa-jiwa muda yang kehilangan arah karena tak pernah dipandu sejak awal.
Mengapa Ini Bisa Terjadi?
Karena rumah yang seharusnya menjadi tempat pendidikan iman dan akhlak, berubah menjadi tempat yang sunyi tanpa kehangatan rohani.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
