5. Fase Bulan perbani awal 11 November
Fase perbani awal adalah salah satu fase bulan ketika konfigurasi antara matahari, bumi dan bulan membentuk sudut siku-siku 90 derajat dan terjadi sebelum fase bulan pernama.
Puncak fase perbani awal terjadi pada pukul 19.46.01 WIB, sehingga Bulan perbani awal ini sudah bisa disaksikan sejak terbit saat tengah hari dari arah timur tenggara, transit di arah selatan setelah terbanam Matahari dan kemudian terbenam di barat daya setelah tengah malam.
6. Puncak hujan meteor Taurid Utara 12-13 November
Hujan meteor ini aktif sejak 25 September hingga 25 November dan intensitas maksimumnya terjadi pada 13 November 2021. Fenomena ini dapat disaksikan sejak pukul 18.30 waktu setempat pada 12 November dari arah timur laut hingga pukul 04.30 waktu setempat 13 November dari arah barat laut.
7. Puncak hujan Meteor Leonid 18-19 November
Hujan meteor ini aktif sejak 6 November hingga 30 November dan intensitas maksimum terjadi pada 19 November pukul 04.15 WIB. Leonid dapat disaksikan sejak pukul 00.30 waktu setempat hingga akhir fajar bahari dari arah timur laut hingga utara-tinmmur laut.
8. Gerhana Bulan Sebagian 19 November
Sebagian wilayah Indonesia akan mengalami gerhana bulan sebagian yang puncaknya akan terjadi pada pukul 16.02.56 WIB atau 17.02.56 WITA atau 18.02.56 WIT. Puncak gerhana terjadi beberapa menit setelah puncak fase purnama yang terjadi pada pukul 15.57.30 WIB atau 16.57.30 WITA atau 18.57.30 WIT.
Fase puncak gerhana hingga akhir penumbra dialami oleh provinsi Papua Barat (kecuali Kabupaten Raja Ampat), provinsi Papua, dan sebagian provinsi Maluku. Untuk wilayah Jawa, hanya bisa menikmati fase akhir sebagian hingga akhir penumbra.
9. Apoge Bulan 20-21 November
Apoge Bulan adalah konfigurasi ketika bulan terletak paling jauh dengan bumi. Ini disebabkan oleh orbit bulan yang berbentuk elips dengan bumi dan terletak di salah satu titik fokus orbit tersbeut.
Kali ini, apoge bulan terjadi pada 21 November pukul 08.57.28 WIB. Oleh karena itu, fenomena ini sudah bisa disaksikan pada 20 November malam.
10. Puncak hujan meteor Alfa Monocerotid 21-22 November
Hujan meteori ini aktif sejak 15 November hingga 25 November dan instensitas maksimumnya pada 22 November pukul 02.30 WIB.
11. Konjungsi Bulan-Pollux 23-24 november
Fenomena ini dapat disaksikan sejak 23 November pukul 21.30 malam hingga akhir fajar bahari dari arah timur-timur laut hingga barat laut.
12. Nadir Kabah (Matahari tepat di bawah Kabah) 29 November
Nadir Kabah adalah fenomena astronomis ketika Matahari berada tepat di nadir (titik terbawah) saat tengah malam bagi pengamat yang berlokasi di Kabah.
Karena bentuk Bumi bulat, maka Matahari akan berada tepat di atas titik antipode Kabah ketika tengah hari, sehingga ujung bayangan Matahari yang mengalami pagi, siang dan sore akan mengarah ke kiblat.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
