Nuffic Neso Indonesia Tawarkan Beasiswa Pendidikan Belanda ke Warga Sulawesi Selatan

Nuffic Neso Indonesia melakukan kunjungan ke Kampus Unhas, Senin 2 Desember 2018

Terkini.id, Makassar – Nuffic Neso Indonesia melakukan kunjungan ke Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Kunjungan ini dilakukan dalam rangka audiensi kerjasama dengan kampus Universitas Hasanuddin (UNHAS) Makassar, pemerintah provinsi Sulawesi Selatan, dan mengadakan Holland Alumni Gathering bagi alumni Belanda di Kota Makassar.

Program ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dari perayaan 20 tahun anniversary program beasiswa StuNed (Studeren in Nederland) di Indonesia.

Ruang lingkup kerjasama Neso Indonesia dengan kampus Unhas dan Pemprov Sulawesi Selatan lebih ditekankan kepada kerjasama di bidang internasionalisasi pendidikan dan optimalisasi peran dan kontribusi alumni Belanda.

“Belanda merupakan salah satu destinasi negara terbaik untuk studi kedepannya. Bagi Unhas, ini adalah peluang yang sangat baik bagi para alumni yang ingin studi di Belanda,” kata Rektor Universitas Hasanuddin Makassar, Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu di Rektorat Unhas, Senin 2 Desember 2019.

Output dari kerjasama ini diharapkan akan semakin banyak lagi masyarakat Sulawesi Selatan yang berkesempatan mengenyam pendidikan dan pengalaman di berbagai instansi Pendidikan di Belanda. Agar nantinya bisa berkolaborasi dengan alumni Belanda yang sudah ada di Sulawesi Selatan.

“Koneksi langsung dengan Neso Indonesia memungkinkan kemudahan untuk mengirim putra terbaik daerah, ini tentunya juga bisa dilakukan dengan bekerjasama dengan pemerintah daerah, mulai dari tahap seleksi kandidat penerima beasiswa misalnya,” jelasnya.

Neso Indonesia pun tentunya menyambut baik kerjasama dengan pihak Unhas dan Pemerintah Sulawesi Selatan tersebut.

Sejak tahun 2000 diluncurkan hingga saat ini, StuNed telah membantu sedikitnya 4.619 masyarakat Indonesia untuk belajar di berbagai universitas di Belanda, dan 103 alumni diantaranya adalah untuk masyarakat Sulawesi Selatan.

Melihat jumlah alumni Belanda yang cukup signifikan tersebut, alumni Belanda khususnya alumni Stuned, mempunyai tugas kontributif di dalam bidangnya masing masing.

“Neso Indonesia berharap peran strategis tersebut mampu mendorong kemajuan potensi SDA dan SDM yang ada di Sulawesi selatan,” kata Scholarship Team Coordinator, Nuffic Neso Indonesia, Indy Hardono.

“Lebih jauh lagi, mereka juga bisa menjadi mediator dan fasilitator untuk mensinergikan antara kebutuhan provinsi dengan kompetensi yang dibutuhkan, agar dampaknya bisa lebih optimal,” tambahnya.

Selain mengadakan dua kegiatan utama diatas, Neso Indonesia juga terlebih dahulu mengadakan kegiatan diseminasi (road show) dengan tajuk ‘Holland Scholarship Info Session Makassar’ di dua universitas ternama di Kota Makassar, Universitas Hasanuddin, dan Universitas Negeri Makassar (UNM).

“Hal ini dilakukan dalam rangka memberikan penjelasan langsung mengenai program beasiswa pemerintah Belanda, khususnya program beasiswa,” terangnya.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Senin, 2 Desember 2019 dan dihadiri oleh sedikitnya 150 peserta yang terdiri dari kalangan mahasiswa, dosen, akademisi, masyarakat sipil, hingga pemerintah lokal.

Sekedar diketahui, Neso Indonesia Netherlands Education Support Office (Neso) adalah organisasi non-profit yang ditunjuk resmi dan didanai oleh pemerintah Belanda.

Neso adalah perwakilan Nuffic, organisasi Belanda yang menangani kerja sama internasional di bidang pendidikan tinggi.

Neso Indonesia menangani berbagai hal yang berkaitan dengan pendidikan tinggi Belanda juga memprakarsai dan memfasilitasi kerja sama di bidang pendidikan tinggi antara institusi di Indonesia dan Belanda.

Berita Terkait