Terkini.id, Jakarta – Menteri Sosial (Mensos), Tri Rismaharini tidak terima dengan data adanya oknum polisi dan ASN bahkan TNI yang terima dana Bansos, lantaran itu bukanlah hak mereka.
Kementerian Sosial (Kemensos) sudah mendapatkan data aparatur sipil negara (ASN), TNI, dan Polri yang menerima dana bantuan sosial (bansos).
Risma mengaku sudah mendapatkan skema terbaik untuk menindak pihak yang seharusnya tidak mendapatkan bantuan tersebut.
“Kami sudah mencoret mereka dari April 2021 sampai sekarang, bahkan saya sudah suruh mereka setor balik ke kas negara,” ujar Risma dikutip Terkini.id dari GenPI.co pada Jum’at, 29 Juli 2022.
Risma mengungkapkan, dana bansos tersebut tidak akan kembali ke Kemensos. Namun, langsung ke kas negara.
- Bupati Jeneponto Bahas PBI BPJS dan Pembangunan Sekolah Rakyat Bersama Menteri Sosial
- Dua Sekolah Rakyat untuk Anak-anak Miskin Siap Dibuka di Makassar
- Menteri Sosial Kunjungi Lokasi Banjir dan Longsor di Sulsel: Tak Perlu Takut Kelaparan
- 116 Penari Penyandang Disabilitas Unjuk Kemampuan Hari Pertama ASEAN High Level Forum di Makassar
- Respons Risma Usai Kantor Kemensos Digeledah KPK
“Sudah diberikan nomor rekening dan bukan ke Kemensos, melainkan ke negara. Jadi, setor ke sana secara langsung,” lanjutnya.
Meski demikian, dia belum bisa merinci total dana bansos yang tidak semestinya diterima para pegawai tersebut.
Data tersebut ada di pihak-pihak yang bertanggung jawab terkait pendapatan negara.
“Aku juga enggak tahu berapa dana yang sudah diterima, karena harus ke kas negara,” ujarnya.
Selain itu, Kemensos memiliki sistem pencarian data ASN, TNI, dan Polri yang menerima dana bansos dengan empat parameter.
“Kami memiliki beberapa cara, mulai dari NIK, nomor rekening bank, ID Semesta, dan data salur,” pungkasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
