Agar anak yang dibawah usia 7 tahun, orang tua boleh menjelaskan terlebih dahulu konsep serta kegiatan berpuasa pada saat Ramadan.
“Orang tua dapat mengajak anak usia 7-8 tahun untuk sahur. Buatlah kesepakatan selama belajar berpuasa. Jika anak tidak kuat puasa hingga maghrib, maka beri opsi bagi anak untuk berbuka saat azan zuhur. Setelah itu, anak bisa lanjut puasa hingga waktu buka,” ucap Ayoe.
Sementara bagi anak yang sudah berusia di atas 8 tahun, kesadarannya dalam menahan lapar serta haus pada saat puasa seharusnya sudah ada muncul.
Anak pun sudah bisa untuk diajarkan agar meningkatkan keimanan dengan cara rajin beribadah, seperti mengaji serta melaksanakan salat sunah dan tarawih.
3. Menyiapkan makanan dengan nutrisi berimbang untuk sahur dan buka puasa
Makanan yang nutrisinya berimbang sangatlah penting supaya tubuh anak akan tetap kuat pada saat bulan berpuasa.
Orang tua pun bisa menyajikan makanan yang memiliki tinggi protein, contohnya daging ayam ataupun sapi.
“Jangan lupa hidangkan makanan kaya serat, seperti buah dan sayur, untuk melancarkan sistem pencernaan anak,” ucap Ayoe.
Pastikanlah agar anak juga meminum banyak air putih serta dapat menghindari makanan gorengan, asin dan tinggi gula secara berlebihan.
4. Libatkan anak melakukan berbagai apresiasi dan raberi apresiasi
Orang tua juga dapat membantu untuk mengalihkan perhatian anaknya dari rasa lapar serta haus sekaligus mempererat hubungannya dengan beragam rutinitas pada saat Ramadan.
“Mulai dari belajar mengaji, salat duha, mendongengkan kisah nabi hingga mengumpulkan baju atau mainan layak pakai untuk disumbangkan ke masyarakat yang lebih membutuhkan,” pendapat Ayoe.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
