Terkini.id, Jakarta – Orang tua (ortu) dari anak pengidap gagal ginjal akut menceritakan kondisi anaknya setelah memberikan paracetamol sirup.
Dwy Septiana, nama orang tua dari anak ketiganya, AP (2) menceritakan kondisi tubuh anaknya setelah mengidap gagal ginjal akut.
Mulanya, Dwy mengatakan AP mengalami demam yang cukup tinggi. Kemudian, Dwy membeli paracetamol sirup dari toko obat dan memberikannya kepada AP.
Namun setelah meminum paracetamol sirup, AP tak kunjung pulih. Dwy kemudian membawanya ke dokter lantaran khawatir dengan AP yang sakitnya masih berlanjut.
Kata Dwy Septiana, kondisi badan AP membuatnya begitu cemas karena sang anak terlihat sangat lemas, bahkan badannya seperti tidak mempunyai tulang.
- Ngeri! 200 Anak Indonesia Terserang Gangguan Gagal Ginjal Akut, Jokowi Sampaikan Hal Ini
- Fakta Betapa Ganasnya Gagal Ginjal Akut! Warga Indonesia Perlu Tahu
- 99 Balita Meninggal Dunia, Menkes: Kita Periksa Ada Bahan Kimia Berbahaya Merusak Ginjal
- Kemenkes Imbau Seluruh Apotek Untuk Sementara Tidak Jual Obat Sirup
“Dikasih obat dokter lah. Udah gitu, lama-kelamaan saya curiganya anak saya kenapa lemes, badannya kayak gak punya tulang, duduk aja dia enggak mau,” kata Dwy saat ditemui di RSCM, Jakarta Pusat, Jumat 21 Oktober 2022.
Menurut Dwy saat AP masih dirawat dirumah, kondisinya tidak begitu parah. Namun ketika sudah mendapatkan perawatan di rumah sakit, kondisi AP sudah mulai ngelantur.
“Di rumah enggak terlalu parah tapi pas masuk rumah sakit, udah ditangani dia udah mulai berasa. Jadi kayak udah mulai ngelantur,” katanya.
Dwy mengatakan gejala yang dialami AP sama dengan penjelasan dari pihak Suku Dinas Kesehatan. Namun, anaknya masih bisa buang air kecil meski kesadarannya berkurang.
“Air pipisnya masih banyak tapi kalau kesadaran kurang. Lemes itu dia gak mau makan, gak mau minum,” jelasnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, Widyastuti menyebutkan penambahan kasus gagal ginjal akut misterius di ibu kota saat ini, sudah 71 orang.
“Data sementara yang sudah kita olah januari sampai 19 oktober kemarin ada 71 kasus terlaporkan, 60 kasus atau 85 persen adalah usia balita dan 11 kasus atau 15 persen adalah usia 5-18 tahun,” ungkap Widyastuti di Labkesda DKI, Kamis 20 Oktober 2022.
“40 meninggal sejak Januari, 16 perawatan, dan 15 sembuh, jenis kelamin sebagian besar laki-laki,” sambungnya.
“Kemudian wilayah domisili dari 71 kasus tadi 35 berdomisili di DKI Jakarta, kemudian sembilan Banten, Jawa barat 16 kasus, dan luar Jabodetabek 7 kasus,” tambahnya dalam memaparkan data pengidap gagal ginjal akut yang menyerang di berbagai daerah saat ini, dikutip dari Suara.com jaringan Terkini.id.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
![Dwy Septiana, ibu dari anak penderita gagal ginjal akut saat ditemui di RSCM, Jakarta. [Suara.com/Faqih] gagal ginjal akut](https://makassar.terkini.id/wp-content/uploads/2022/10/terkiniid_90639-dwy-septiana-ibu-dari-anak-penderita-gagal-ginjal-akut-saat-ditemui-di-rscm-jakarta-suaracom.jpg)