Terkini.id, Jakarta – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyebut bahwa ada 99 balita yang telah meninggal dunia.
Budi Gunadi menerangkan, hal itu diketahui dari hasil pemeriksaan medis yang ditemukan adanya kandungan zat kimia berbahaya yang merusak ginjal.
“Intinya memang sudah ada 99 balita yang meninggal. Dari 99 balita itu kita periksa ada kandungan zat kimia berbahaya di dalamnya,” kata Budi Gunadi, seperti dilansir dari PMJ News dan dikutip dari Suara.com jaringan Terkini.id.
“Kita ambil darahnya, kita periksa, kita lihat, ada bahan-bahan kimia berbahaya yang merusak ginjal,” tambahnya.
Kata Budi Gunadi, pihaknya sudah mendatangi rumah keluarga balita yang meninggal, dan meminta obat-obat yang telah diminum.
- RSUP Wahidin Sudirohusodo Makassar Bersama Tim Medis Arab Saudi Gelar Operasi Jantung Dewasa dan Anak
- Menteri Kesehatan RI: Campak Jauh Lebih Menular Daripada COVID-19
- Menteri Kesehatan Hadiri Pelantikan Pengurus Besar IDI, Bersama Bangun Ketahanan Kesehatan
- Tiga Area Prioritas Kesehatan yang Ditekankan Presiden Prabowo
- Resmikan Gedung Ibu dan Anak RS Wahidin Makassar, Presiden Jokowi: Seperti Masuk Hotel Bintang 5
Diketahui obat-obat yang diminum itu ternyata mengandung bahan-bahan kimia berbahaya.
“Kemudian kita datangi rumahnya, kita mintakan obat-obat yang diminum. Itu juga mengandung bahan-bahan tersebut,” kata dia.
“Jadi sekarang kita berkoordinasi dengan BPOM, supaya bisa cepat dipertegas obat-obat yang mana yang harus kita tarik,” sambungnya.
Kemudian ia juga menambahkan, kematian bayi per-bulannya telah terdeteksi mencapai 35 balita.
“Karena ini sudah meninggalnya puluhan per bulan, dan ini yang terdeteksi kita, mungkin sekitar 35 per bulan,” papar Menkes.
“Rumah sakit sudah mulai agar penuh yang rujukan. Saya rasa yang meninggalnya lebih dari itu,” tambahnya.
Lebih lanjut, pihaknya kini akan mengambil tindakan preventif agar korban balita tersebut tidak bertambah.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
