Terkini.id, Jakarta – Istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan berencana Brigadir J. Putri dijerat Pasal 340 subsider 338 jo 55 dan 56 KUHP.
Kabareskrim Polri Komjen Pol. Agus Andrianto mengungkapkan peran Putri Candrawathi, tersangka pembunuhan Brigadir J, ikut dalam skenario yang dibangun oleh suaminya, Irjen Pol. Ferdy Sambo.
Terkait penetapan tersangka Istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, praktisi hukum yang juga pengacara, Ricky Vinando mengatakan dirinya tetap seperti awal kejadian, yaitu meragukan pembunuhan berencana terlebih masih ada pasal pembunuhan spontan yang nenjerat para pelaku.
Dan keraguannya 340 sejak awal kasus, baru berapa hari terakhir telah diperkuat pengacara Hotman Paris Hutapea yang ragu 340 dari sisi Sambo menangis, sedangkan Ricky dari 4 sisi lain, Putri memakai piyama di rumah dinas, tidak adanya perubahan bahasa tubuh atau psikologis Putri saat Putri berjalan dari rumah pribadi untuk menuju rumah dinas, FS pulang duluan ke Jakarta pada Kamis pagi, 7 Juli 2022 dan FS yang lari-lari ke rumah dinas.
“Putri tidak ikut skenario FS. Karena janggal kalau dibilang FS membuat skenario. Putri tidak tahu apapun yang akan terjadi di rumah dinas. Apa alasan hukumnya? Mengapa Putri harus ganti baju dan celana di rumah dinas lalu pake setelah piyama di kamar rumah dinas? Itu logika hukumnya Putri mau istirahat, mau berbaring di kamar rumah dinas karena cape dan lelah setelah menempuh perjalanan jauh Magelang-Jakarta. Tapi tiba-tiba mendadak ada kejadian spontan, kaget shock dan trauma berat, Putri langsung keluar rumah dinas dan ke rumah pribadi,” kata Ricky Vinando lewat keterangan persnya kepada Terkini.id, Senin 29 Agustus 2022.
- Soal Kasus Pembunuhan Brigadir J, MA Terima Berkas Kasasi Ferdy Sambo Cs
- CEK FAKTA: Jadi Pemuas Nafsu, Putri Candrawathi Sering Beri Jatah Kuat Ma'ruf di Penjara
- Ferdy Sambo Tulis Surat Akui Rindu Anak Bungsunya: Papa Kangen Mas, Maafkan Papa
- Ditanya Lebih Sayang Mama atau Papa, Begini Respons Anak Ferdy Sambo
- Ayahnya Divonis Mati, Anak Ferdy Sambo Kini Ungkap Kekesalannya: Gue Bisa Gila
Lanjut Ricky, jika ada tudingan bahwa Putri yang mengajak Brigadir J ke rumah dinas. Tidak ada keterangan saksi Om Kuat, saksi Bripka RR maupun saksi Bharada E yang mengatakan Putri memaksa atau membujuk atau meminta atau memohon mohon agar Brigadir J ikut ke rumah dinas.
“Karena memang sangat tidak logis jika Putri tahu akan ada tragedi berdarah di rumah dinas, tapi Putri tetap ke rumah dinas dan masuk kamar, buka baju, celana kemudian pake baju setelan piyama. Kenapa? Karena jika Putri tahu akan ada situasi yang mencekam, menakutkan, dan mengerikan akan ada tragedi berdarah, logikanya Putri sudah tak terpikirkan lagi untuk buka baju, celana lalu ganti pakaian piyama di dalam kamar rumah dinas. Logikanya pikiran Putri akan kacau balau berantakan tak karuan bahkan tak akan menuju rumah dinas tapi tetap berada di rumah pribadi dan terus menerus akan menangis”, tambahnya.
Untuk memperkuat keraguannya akan 340, Ricky juga menanggapi tuduhan saksi Bharada E bahwa Putri ikut hadir di lantai 3 rumah pribadi dalam rapat kilat pembunuhan berencana terhadap Brigadir J. “Tuduhan Bharada E bahwa Putri ikut dalam rapat kilat 340 di lantai 3 saat masih rumah pribadi, bertentangan dengan fakta Putri saat di kamar rumah dinas PC buka baju dan celana lalu ganti pake piyama, yang logisnya Putri tidak tahu akan rencana eksekusi Brigadir J di rumah dinas, sehingga karena tidak tahu, setelah sampai di rumah dinas, cape lelah mau istirahat, masuk kamar rumah dinas yang ada di rumah dinas, lepasin baju dan celana ganti dengan piyama untuk istirahat, baring di kamar rumah dinas tapi tiba tiba ada kejadian spontan, dorrrrrr dorrrr dorrrrr dorrr dorrrrr,” ujarnya.
Ditambah lagi, kata Ricky, dari bukti CCTV rumah dinas bisa dihitung Putri di TKP hanya sekitar 16 menit. Karena Putri dalam CCTV rumah pribadi jam 17.05:18 ke luar untuk menuju TKP yang jaraknya 700 meter, hitung aja 1 menit artinya sekitar 17:06:18 sampai di TKP, lalu dalam CCTV kelihatan Putri pake piyama tiba lagi di rumah pribadi jam 17:23 Artinya jam 17.22 sudah on the way karena 700 meter jaraknya. Artinya sekitar 16 menit saja Putri di TKP.
“Logika hukumnya, jika hanya untuk sekedar ganti baju dan celana, lalu pake piyama, itu bisa di rumah pribadi. Tapi kenapa Putri harus ganti baju, celana lalu pake piyama hijau di kamar di rumah dinas? ya karena mau istirahat disana, jadi saya tetap seperti diawal kasus ini, saya ragu pembunuhan berencana. Kedua, yang membuat saya ragu 340, alasan hukumnya adalah karena tidak adanya perubahan bahasa tubuh atau psikologis Putri saat melangkah dari rumah pribadi menuju rumah dinas,” ucapnya.
“Pertanyaan hukumnya, kenapa sama sekali tidak ada sedikitpun perubahan psikologis bahasa tubuh Putri termasuk shock berat atau trauma dan sangat mempengaruhi cara jalannya Putri saat Putri keluar dari rumah pribadi menuju rumah dinas jika benar di rumah pribadi saat di lantai 3 Putri sudah mendengar skenario akan terjadi tragedi berdarah di rumah dinas tempat yang akan Putri datangin jika keterangan Bharada E yang soal di lantai 3 itu bukan bohong? Tak ada perubahan psikologis saat awal melangkah dari rumah pribadi menuju rumah dinas, tak logis secara hukum,” tambahnya.
Ahli psikologis akan berperan pada 2 hal tersebut. Karena sangat tidak logis secara logika hukum jika Putri telah mendengar skenario yang mengerikan menyeramkan akan terjadi tragedi berdarah di rumah dinas, tapi sama sekali tidak mempengaruhi psikologis Putri (cara jalan atau bahasa tubuh Putri saat Putri mau keluar dari rumah pribadi untuk menuju rumah dinas).
“Bukti CCTV di rumah pribadi FS. Pukul: 17:05:32, perhatikan psikologis cara Putri berjalan, Putri jalannya tegak, cara berjalannya biasa aja, normal, membawa tas wanita layaknya wanita yang biasa kemana mana bawa tas, dan tidak ada perubahan psikologis bahasa tubuh yang aneh, termasuk tidak jalan sambil menunduk dan tidak juga sesekali memegang car body dan itu beda total dengan psikologis Putri jam 17:32 setelah tiba lagi di rumah pribadi setelah keluar dari rumah dinas pascakejadian. Artinya keterangan Bharada E yg bilang Putri ikut rapat kilat 340 di lantai 3 rumah pribadi, tidak bersesuaian dengan bukti cara berjalan Putri, karena kalau yang dibilang Bharada E bukan karangan, tentu bukti CCTV rumah pribadi jam 17:05:32 akan bersesuaian dengan bukti CCTV rumah pribadi jam 17:23 yakni, Putri menunjukkan sisi psikologisnya yang berubah total bahasa tubuhnya termasuk cara jalannya agak pelan, sesekali menunduk dan sambil jalan, Putri 3 x memegang body mobil,” ujar Ricky.
“Ya karena jam 17:05:32 saat mau ke rumah dinas, tak ada perubahan psikologis hingga cara berjalan, logis karena Putri tidak tahu apa-apa makanya buka baju dan celana di kamar rumah dinas lalu pake piyama dan celana pendek untuk istirahat tapi tiba-tiba secara spontan ada suara dorrr dorrr, lalu Putri trauma berat dan keluar dari rumah dinas tiba di rumah pribadi dengan bukti psikologis CCTV jam 17:23 yang beda 100% dibanding bukti psikologis saat mau otw rumah dinas sebagaimana dalam CCTV jam 17:05:32,” bebernya.
Selain itu, menurut Ricky, ditambah bukti CCTV rumah pribadi jam 17:10, FS keluar dari rumah pribadi dan mobilnya bersama patwalnya berjalan ke arah lain bersesuaian dengan bukti CCTV sekitar TKP. Tapi baru sebentar mobilnya FS jalan dikawal 1 motor Patwal yang berada dibelakang mobil yang membawa FS sesuai bukti CCTV sekitar TKP, kemudian CCTV tersebut merekam mobil FS tiba-tiba berhenti dan mobil serta motor patwalnya berusaha berbelok tapi FS tiba-tiba langsung turun duluan dari mobil dan berlari-lari masuk ke dalam rumah dinas sesuai CCTV jam 17:12 dan tak lama kemudian ada kejadian.
“Pertanyaan hukumnya, kenapa FS yang tadinya memutuskan pergi dengan mobil dan dikawal 1 patwalnya lalu kemudian mendadak berhenti lalu FS turun dari mobil kemudian berlari-lari? Lari-larinya FS adalah bentuk emosionalnya FS yang marah besar dan sangat emosi karena ketika FS berada di dalam mobil dan sudah jalan sebentar, FS pikiranny mendadak penuh amarah dan emosi karena teringat lagi semua cerita istrinya soal kejadian di Magelang 7 Juli 2022 sore hingga FS minta sopir dan patwalnya berhenti dan FS turun duluan lalu lari-lari ke rumah dinas. Padahal FS harusnya bisa menuju rumah dinas bersama mobil dan patwal yang telah membawanya tadi tapi kenapa FS tidak sabaran dan lebih memilih lari-lari menuju rumah dinas? Disitulah petunjuk hukum dan psikologis FS saat di mobil mendadak dikuasai emosi dan amarah yang sudah tidak bisa ditahan lagi makanya langsung turun dari mobil dan lari-lari tanpa bisa sabar nunggu mobilnya putar balik dan membawanya ke rumah dinas,” tuturnya.
Jadi, lanjut Ricky, dengan adanya bukti perbedaan psikologis PC pada bukti CCTV jam 17:05:32 dengan bukti CCTV jam 17:32 ditambah FS lari-lari masuk rumah dinas padahal mobil udah jalan sebentar dikawal motor patwal, maka menjadi sangat wajar Pasal 338 pembunuhan spontan juga dipasang sebagai pasal subsider atas 340 pembunuhan berencana. Karena kalau dipasang 340 aja jo 55 dan 56 KUHP. Tapi itu tak bisa dibuktikan JPU, bebas konsekuensi hukumnya karena dakwaan tidak terbukti.
“Tapi dengan adanya 338 sebagai subsider atas primer 340, kalau 340 nanti tak bisa dibuktikan oleh JPU, masih ada cadangan 338 yang akan dibuktikan JPU. Jadi kesimpulan hukum saya, saya ragu total 340. Karena sangat tidak logis melakukan 340 di rumah dinas. FS tidak sebodoh itu. Pun asumsi liar selama ini seolah FS balik duluan ke Jakarta pada Kamis pagi 7 Juli 2022 seolah untuk merencanakan itu, adalah patah dengan adanya fakta bahwa kejadian pelecehan yang dilakukan Brigadir J kepada Putri terjadi pada sore hari 7 Juli 2022 sesuai fakta yang terungkap saat RDP Kapolri-Komisi III DPR-RI beberapa hari lalu dan soal prelecehan tersebut tak dibantah Kapolri,” ucapnya.
“Kalau penyidik yakin 1 juta persen 340 ya kenapa masih ada pasal 338 sebagai cadangan sebagai pasal subsider? Ya takut bebas kalau 340 sampai tak bisa dibuktikan JPU. Tapi dengan adanya 338 pembunuhan spontan sebagai pasal subsider, maka itu main aman. Kalau 340 nanti tak bisa dibuktikan , masih ada cadangan 338. Asal tau aja keterangan Bharada E juga bertentangan dgn hasil otopsi 1 dan otopsi ulang. Keterangan Bharada E juga bertentangan dengan banyak keterangannya Bharada E sendiri. Keraguan saya 340 tersebut sejak awal kasus, sekarang sejak berapa hari terakhir sudah diperkuat Hotman Paris yang ragu 340 dari sisi lainnya yaitu Sambo menangis setelah mendengar Putri cerita telah dilecehkan Brigadir J saat di Magelang. Jadi 340 saya masih ragu, karena kalau benaran ada 340 , kenapa masih harus ada pasal 338 pembunuhan spontan?” tegasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
