Panen Ubi 100 ha di Bone, Petani Berterima Kasih atas Bantuan Penyuluh dan Mahasiswa Polbangtan

Mahasiswa Polbangtan Gowa Panen Ubi

Memasuki musim kemarau tahun ini yang kemungkinan menjadi musim kemarau terkering dibanding tahun – tahun sebelumnya, Kementerian Pertanian telah mempersiapkan sejumlah langkah, salah satunya dengan mendorong pengembangan pangan lokal sebagai salah satu strategi ketahanan pangan agar tetap terjaga di tengah pandemi dan menghadapi kekeringan.

Hal ini ditunjukkan oleh kesigapan Polbangtan Gowa dalam merespon produktivitas pangan lokal yang ada di Sulawesi Selatan khususnya di Bone. Bertempat di Dusun Laccibung, Desa Wanua Waru, Kecamatan Libureng Kabupaten Bone, para kelompok tani dan mahasiswa Polbangtan Gowa melakukan panen ubi. 

Andi Febi Ariyani adalah salah satu mahasiswi yang melakukan pendampingan selama kegiatan panen berlangsung. Ada sekitar 100 hektar yang dipanen hari ini (30/5/2020) dan menghasilkan sebanyak 1 ton ubi. 

Kelompok tani Mulampekke’e mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada mahasiswa Polbangtan dan penyuluh setempat yang telah memberikan pendampingan dilapangan sehingga dapat menghasilkan panen ubi yang memuaskan dan bisa mempertahankan pangan lokal.

Melalui panen ini menunjukkan semua insan pertanian merupakan pejuang pangan yang terus menerus secara mandiri ataupun bantuan dari pemerintah mampu menyediakan pangan dalam kondisi darurat seperti sekarang ini. Penyediaan pangan dalam hal masa kritis ini adalah sebuah keniscayaan dimana covid – 19 tidak serta merta membuat kegiatan pertanian berhenti. Aktivitas pertanian sebagai gerbang terdepan penyedia stok pangan tetap berlanjut dan semangat berproduksi.

Menarik untuk Anda:

Seperti yang selalu disampaikan oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) dalam beberapa kesempatan, ”Produk pertanian merupakan tulang punggung perekonomian nasional. Produksi terus berjalan, dari petani untuk pangan negeri,” ujar SYL.

Demikian halnya dengan penyampaian dari Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, “Pandemi covid – 19 ini sangat luar biasa dampaknya bagi aspek kehidupan kita. Namun pertanian tidak boleh berhenti terutama untuk melawan serangan ini. Masalah pangan yang utama dan sangat dibutuhkan dalam kondisi apapun” tutup Dedi. (IKL)

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Jangan Bandel, Begini Kebijakan Baru Unhas ke Pengguna Kendaraan di Kawasan Unhas

12 Tahun Berjuang Buka Prodi Kedokteran Rektor UIM: Berharap Berhasil

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar