Papua Muslim Kembali Sarankan Tak Pilih Partai Berbau PDIP: Kami Papua dan Papua Barat Sudah Cerdas!

Terkini.id, Jakarta – Pengguna media sosial dengan akun Papua Muslim @papuamuslim95 kembali mengingatkan untuk tidak memilih partai berbau PDIP pada Pemilu 2024.

Papua Muslim melalui cuitannya di media sosial Twitter yang dilihat pada, Rabu 6 Juli 2022, menyampaikan bahwa jika menginginkan Indonesia damai adil dan Makmur berdasarkan Pancasila, maka jangan pilih PDIP.

Dalam narasi cuitannya, Papua Muslim meminta untuk menjadi pemilih yang cerdas dengan memilih partai selain daripada PDIP.

Baca Juga: Papua Muslim Serukan Boikot PDIP: Jika Ada Capres Berbau PDIP...

“Jika Indonesia mau damai, adil dan Makmur berdasarkan Pancasila, ingat jangan pilih partai berbai PDIP. Pilih partai selain PDIP/Capres yang tidak berbau PDIP”, cuit Papua Muslim.

Papua Muslim juga menyampaikan bahwa Papua dan Papua Barat sudah cerdas dalam memilih pemimpin.

Baca Juga: ‘PDIP Biang Kerok’ Trending, Netizen: Ngaku Partai Wong Cilik, Padahal...

Dia menyebutkan bahwa mereka tidak lagi membutuhkan pemimpin yang berasal dari PDIP karena menurutnya, PDIP bukan lagi partai wong cilik tapi sudah jadi partai orang kaya.

“Kami Papua dan Papua Barat sudah cerdas tidak lagi membutuhkan partai orang kaya, kita ma tukang bakso wong cilik”, cuitnya lagi.

Sebelumnya, Papua Muslim juga pernah menyerukan untuk memboikot PDIP mulai dari Caleg hingga Capres/Cawapres.

Baca Juga: ‘PDIP Biang Kerok’ Trending, Netizen: Ngaku Partai Wong Cilik, Padahal...

“2024 boikot partai PDIP. Dari caleg sampai cawapres. Jika ada capres berbau PDIP jangan dipilih”, kata Papua Muslim, seperti dikutip dari cuitannya.

Selain itu, Menurut Papua Muslim, PDIP yang ada sekarang telah berbeda dengan PDIP pada zaman Bung Karno.

Menurutnya, dulu PDIP saat masih di zaman Bung Karno masih pro terhadap Wong Cilik, namun sekarang, PDIP telah berubah menjadi partai orang kaya.

Papua Muslim menyebut bahwa PDIP saat ini bukan lagi milik wong cilik, tetapi telah dikuasai oleh para elit yang tidak pro wong cilik.

“Karena PDIP dulu jaman Bung Karno partai wong cilik, sekarang partai orang kaya.. bukan punya wong cilik. Faham?”, tulis Papua Muslim menambahkan.

Bagikan