Pariwisata Bali Terpukul Akibat Corona, Pekerja Cuma Terima Gaji

Presiden mencoba menaiki kapal pinisi di Labuan Bajo, Minggu 19 Januari 2020

Terkini.id, Bali – Industri pariwisata Indonesia ikut terdampak wabah virus corona. Pemerintah pun berupaya mendongkrak wisata domestik melalui insentif diskon tiket pesawat ke sejumlah tujuan sebagai stimulus.

Wabah yang telah menyebar ke lebih dari 80 negara itu berdampak besar terhadap perjalanan secara global. Asosiasi Industri Penerbangan Internasional (IATA) pekan ini menyatakan bahwa kerugian industri penerbangan global dapat mencapai US$113 miliar tahun ini akibat Covid-19.

Pemerintah Indonesia memberikan insentif melalui diskon tiket pesawat antara 30% sampai 40% untuk 10 destinasi dalam negeri dari Maret hingga Mei 2020.

Adapun 10 destinasi wisata yang dimaksud meliputi Batam, Denpasar, Yogyakarta, Labuan Bajo, Lombok, Malang, Manado, Silangit, Tanjung Pinang, dan Tanjung Pandan.

Selain dari pemerintah, maskapai bisa memberikan potongan harga untuk sebagian besar destinasi wisata domestik.

Menarik untuk Anda:

Namun demikian, para pelaku usaha tetap merasakan kesulitan akibat turunnya jumlah wisatawan.

Bali merupakan salah satu destinasi yang paling terdampak.

Selama lebih dari 40 tahun berkecimpung di bisnis pariwisata di Bali, Anak Agung Raka Bawa mengaku belum pernah mengalami situasi sesulit seperti saat ini.

Dalam dua bulan terakhir, nyaris tidak ada turis mengunjungi usaha wahana air miliknya yang terletak di Pantai Tanjung Benoa, Badung.

“Boleh dikatakan 99% kosong, karena mayoritas tamu kami memang dari China,” kata Raka.

Pelaku usaha wisata menyiapkan kursi pantai di destinasi wisata Pantai Kuta, Badung, Bali, Kamis (5/3/2020).

Pemerintah Kabupaten Badung menyiapkan konsep usulan sejumlah program kegiatan yang akan dilakukan pada bulan Maret-Agustus 2020 untuk meningkatkan sektor pariwisata yang mengalami penurunan kunjungan wisatawan akibat dampak dari COVID-19 atau virus Corona.

Pada Kamis 5 Maret 2020 siang, tidak ada turis sama sekali di Rai Water Sport. Beberapa staf duduk-duduk di kursi plastik merah menyala yang memenuhi aula.

Raka, yang merintis bisnisnya sejak 1985, memutuskan untuk fokus menarik wisatawan dari China seiring dengan tren kenaikan kunjungan wisatawan dari negara tersebut.

“Walaupun harga (paket) lebih murah dibandingkan yang lain, tapi menang di (jumlah). Makanya saya senang menangani tamu China,” katanya dikutip dari BBC News Indonesia.

Kebanyakan turis dari China berwisata dalam rombongan, yang bisa mencapai 1.500 – 2.000 orang dalam satu grup. Setiap hari, rata-rata kunjungan ke usahanya mencapai 1.000 orang per hari.

Rai Water Sport memasang tarif US$25 (Rp 357.000) per tamu untuk satu paket naik perahu dengan alas kaca untuk melihat ikan dan penyu. Selain itu, ada pilihan kegiatan lain seperti banana boat, diving, dan sea walker.

“Rata-rata satu turis menghabiskan US$90-US$100 di sini,” lanjutnya.

Namun, kondisi itu berubah sejak virus corona mewabah di puluhan negara, yang berdampak pada pariwisata. Beberapa pemesanan sampai April 2020 pun dibatalkan.

Kantor Imigrasi Bali mencatat kedatangan 392.824 wisatawan di bulan Februari. Angka ini turun 33% dari Januari, setelah pemerintah memberlakukan larangan perjalanan ke dan dari daratan China pada 5 Februari demi menekan penyebaran wabah.

Australia menggantikan China sebagai asal wisatawan asing terbesar bulan lalu, diikuti oleh India dan Jepang.

Hanya 4.820 wisatawan China berada di Bali pada bulan Februari. Jumlah ini menurun secara signifikan dari 113.745 orang pada bulan sebelumnya.Wisatawan China yang mengunjungi Indonesia tahun lalu mencapai 2 juta, kedua terbesar. Namun, angka ini diperkirakan akan sulit dicapai pada 2020.

Tidak Ada Bonus

Sementara, menurut Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), penurunan tingkat okupansi di sekitar 6.000 hotel di seluruh Indonesia mencapai higga 50 persen sejak awal tahun hingga saat ini.

Tingkat hunian hotel di Bali rata-rata turun hingga 70 persen sejak merebaknya wabah Covid-19. Namun, Pemprov Bali telah mengimbau para pengusaha hotel agar tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) meskipun terjadi penurunan kunjungan wisatawan.

Penurunan drastis kunjungan wisatawan ini berdampak langsung pada kesejahteraan karyawan pariwisata, seperti Ni Wayan Tini dan Ni Komang Wahyuni, yang bekerja paruh waktu di Rai Water Sport.

Menurut Tini, mereka biasa mendapatkan banyak bonus dari tamu, selain gaji bulanan.

“Cukuplah untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari dan bekal anak sekolah. Kalau sekarang ya tidak ada lagi,” katanya.

Raka menyebut, Bali sudah beberapa kali mengalami krisis pariwisata, termasuk saat wabah SARS pada 2002, bom Bali pada 2002 dan 2005, dan erupsi Gunung Agung pada 2017. Dibandingkan krisis sebelumnya, Raka menyebut krisis di tengah wabah virus corona sebagai yang terburuk.

Setelah bom Bali mengguncang pulau dewata, menurut Raka, turis sudah mulai berdatangan seminggu kemudian.

“Ini sudah dua bulan. Ini paling buruk dan kita belum tahu sampai kapan,” katanya.

“Perkiraan saya (situasi begini) sampai Juli. Mudah-mudahan perkiraan saya meleset.”

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Keindahan Pantai Singku Lowu-Lowu di Buton Tengah Sulawesi Tenggara

Wisata Air Terjun Madakaripura, Destinasi Favorit Warga Jawa Timur

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar