Partai Berkarya Pecah: Tommy Soeharto Dikudeta, Dukungan Beralih ke Jokowi-Ma’ruf

Terkini.id, Jakarta – Partai Berkarya mengalami konflik internal. Presidium Penyelamat Partai Berkarya (P3B) pada Sabtu 11 Juli lalu menggelar Musyawarah Nasional Luar Biasa secara langsung dan virtual.

Hasilnya, Mayjen TNI Purn Muchdi PR terpilih menjadi Ketua Umum terpilih, sekaligus mengkudeta ketua sebelumnya, Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto.

“Ketua Umum terpilih Mayjen TNI (Purn) Muchdi PR dan Sekjen terpilih Badaruddin Andi Picunang sekaligus Ketua dan Sekretaris Formatur dalam Tim Formatur, terdiri lima orang yang akan menyusun pengurus DPP Partai Beringin Karya periode 2020-2025,” terang Badaruddin dalam keterangan tertulis seperti dikutip dari Tirto, Minggu Senin 13 Juli 2020.

Dia menjelaskan, Munaslub sempat ditunda selama enam jam karena ada sekelompok orang datang mengatasnamakan AMPB, pihak yang mengawal kedatangan Hutomo Mandala Putra dan Priyo Budi Santoso.

Tujuannya adalah untuk membubarkan Munaslub yang mereka anggap ilegal dan inkonstitusional. Sebelum kegiatan berlangsung, kelompok Tommy-Priyo melakukan tindakan beringas dan memporak-porandakan properti panitia dan masuk ke ruangan acara. Kejadian itu disaksikan langsung oleh Tommy dan Priyo.

Menarik untuk Anda:

Badaruddin menyebut perbuatan itu “suatu tontonan yang memalukan dengan gaya premanisme memakai atribut partai.”

Alasan penyelenggaraan Munaslub telah jauh hari direncanakan lantaran terjadi kevakuman dan komunikasi yang tersumbat sejak Rapimnas III Partai Berkarya tahun 2018, kemudian tak ada evaluasi hasil pemilu 2019, nihil rapat pengambilan kebijakan, tak ada petunjuk dan produk pedoman organisasi sebagai turunan AD/ART partai tersebut.

“Pengelolaan partai dilakukan secara otokrasi dan feodalisme, jauh dari semangat demokrasi yang diamanatkan UU No. 2 Tahun 2011 tentang Parpol dan AD/ART Partai Berkarya,” jelas Badaruddin. Munaslub itu juga menyepakati enam poin.

Pertama, nama dan logo partai berubah kembali menjadi Partai Beringin Karya yang disingkat ‘Berkarya’, sesuai akta pendirian 5 Mei 2016. Kedua, warna dasar bendera dari kuning menjadi putih.

Poin ketiga, penetapan Muchdi dan Badaruddin sebagai ketua umum dan sekretaris jenderal; keempat, Berkarya mendukung pemerintahan Joko Widodo-Ma’ruf Amin sebagai pemenang Pemilihan Presiden 2019 yang sah.

Kelima, Berkarya meminta Presiden Jokowi memberikan gelar pahlawan nasional kepada Presiden ke-2, Soeharto.

Terakhir, menganulir beberapa kebijakan pimpinan partai sebelumnya terkait SK Pengurus di semua tingkatan yang mereka sebut “cacat hukum dan rekomendasi Pilkada 2020 tanpa prosedural.”

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Gubernur Beirut Menangis Tersedu Ceritakan Kotanya yang Luluh Lantak Akibat Ledakan

Lagi, Dua Buron Kelas Kakap RI Ditangkap di Amerika Serikat

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar