Terkini.id, Jakarta – Usai Ketua Umum PAN, Zulkilfi Hasan dan Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar kompak mengusulkan Pemilu 2024 ditunda, menjadikannya wacana perpanjangan masa jabatan Presiden Jokowi semakin mencuat.
Namun, mengingat dalam konstitusi Pemilu digelar satu kali dalam lima tahun usulan tersebut pun ditolak mentah-mentah oleh sejumlah pihak di Tanah Air.
Disisi banyak penolakan, Partai Golkar justru terlihat setuju dengan usulan yang disampaikan Ketum PKB dan Ketum PAN beberapa hari lalu.
Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Melchias Marcus Mekeng yang berpandangan bahwa hal demikian bukan sesuatu yang tabu.
Bahkan, Partai Golkar akan mengkaji serius wacana perpanjangan masa jabatan Presiden tersebut.
- Wali kota Makassar dan Menko Pangan Bahas Proyek Sampah Jadi Energi di Rakor Nasional
- Pilkada Jeneponto, Syamsuddin Karlos Sah Terima SK Model B1 KWK dari Zulkifli Hasan
- Dihadiri Zulkifli Hasan, Sejumlah Anak-Anak Ikut Kampanye PAN Bahkan Ikut Berjoget di Atas Panggung
- Ketum PAN Sebut Presiden Bisa Berikan Dukungan ke Kandidat Presiden
- Ketum DPP PAN Zulkifli Hasan Bakal Bertemu Megawati Soekarnoputri
Menurut Marcus yang tidak bisa diubah hanya Kitab Suci, sementara hal lain pasti bisa diubah.
“Yang tidak bisa diubah hanya Kitab Suci. Di luar itu, semua bisa diubah, asal melalui mekanisme konstitusi,” ujarnya.
Ia juga mengatakan, adanya keinginan memperpanjang jabatan Jokowi disebabkan adanya permintaan dari masyarakat.
Permintaan itu, kata dia, baik yang disampaikan kepada Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto maupun kepada anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar.
Marcus menuturkan bahwa Partai Golkar harus merespons permintaan tersebut sebagai parpol yang memperjuangkan aspirasi masyarakat.
Tentu hal ini harus diikuti oleh semua parpol di parlemen serta unsur DPR RI. Dikutip dari Galamedia. Sabtu, 26 Februari 2022.
“Tentu harus melibatkan semua parpol di parlemen dan unsur DPD RI. Bagaimana sikap PDIP, Gerindra, PKB, NasDem, Demokrat, PAN, PPP, PKS dan DPD RI. Golkar siap membahas sesuai mekanisme konstitusi,” jelasnya.
Dia menyebutkan, yang paling penting dari ide perpanjangan jabatan Jokowi dari sisi ekonomi.
Pasalnya, ekonomi Nasional akan terganggu atau defisit semakin dalam jika tahun 2024 dilaksanakan Pemilu.
Sementara itu, Zulkifli dan Cak Imin juga mengusulkan penundaan Pemilu 2024 karena mempertimbangkan kondisi ekonomi Indonesia.
Dalam usulannya, Cak Imin ingin Pemilu 2024 ditunda antara satu hingga dua tahun. Menurutnya, langkah tersebut penting dilakukan guna mengawal pemulihan ekonomi yang menurun akibat pandemi Covid-19.
Cak Imin mengaku khawatir gelaran Pemilu 2024 akan mengganggu tren kenaikan ekonomi yang baru dimulai sejak tahun 2021 lalu.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
