Pasca-Banjir Sulsel: Tim SAR Evakuasi 300 Orang, Pemprov Kaji Penyebabnya

Bupati Soppeng turun langsung memantau banjir, Minggu 9 Juni 2019.(ist)

Terkini.id, Makassar – Setelah banjir yang terjadi di beberapa kabupaten di Sulawesi Selatan, Pemerintah Provinsi Sulsel kini mengkaji penyebabnya bersama pihak perguruan tinggi.

Sementara itu, Badan SAR Nasional mencatat telah mengevakuasi korban banjir yang terjadi dalam waktu dua hari (8-9 Juni 2019) tersebut.

Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah, meminta masyarakat untuk mendoakan para warga yang terkena dampak bencana banjir di tiga kabupaten, yakni Soppeng, Sidrap, dan Wajo.

“Saya telah berkoordinasi dengan pemkab dan BPBD untuk melakukan usaha pasca-bencana, saat ini telah membangun dapur darurat dan bantuan makanan kepada korban,” terang Nurdin Abdullah melalui akun media sosialnya.

Dia menyebutkan, jalan dan jembatan yang terputus, saat ini dilakukan pengalihan untuk sementara.

“Adapun kerusakan yang terjadi akan segera diperbaiki oleh Dinas terkait,” katanya.

Seperti halnya banjir yang terjadi di Kabupaten Gowa-Jeneponto beberapa bulan lalu, Pemprov bekerja sama dengan Perguruan Tinggi untuk mengkaji penyebab terjadinya Banjir ini agar kita tahu apa sumbernya dan bagaimana solusinya.

Evakuasi 300 Jiwa

Sementara itu, tim Basarnas mencatat telah melakukan evakuasi korban terdampak banjir di Soppeng. Tim Pos Basarnas Bone, telah menerjunkan 6 Personilnya untuk membantu proses evakuasi, Minggu 9 Juni 2019.

“Menggunakan perahu karet, Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Personel Basarnas, Koramil Lili Rilau, Polsek Lili Rilau, Polres Soppeng, Brimob Kabupaten Bone, BPBD Soppeng, Tagana Soppeng dan Masyarakat setempat berhasil mengevakuasi 300 jiwa terdampak bencana banjir ke tempat yang aman.

Alhamdulillah, kita bersama Tim SAR Gabungan telah berhasil mengevakuasi 300 jiwa korban terdampak bencana ke tempat yang aman,” terang Andi Sultan Kordinator Pos Basarnas Bone.

Setelah proses pelaksanaan evakuasi, Tim SAR Gabungan Siaga di Posko Banjir untuk memantau kondisi di wilayah tersebut.

Berita Terkait
Komentar
Terkini