Paskibraka Harus Menjadi Simbol Persatuan, Bukan Ruang Diskriminasi

Paskibraka Harus Menjadi Simbol Persatuan, Bukan Ruang Diskriminasi

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Paskibraka adalah simbol kehormatan bangsa. Di dalamnya terkandung nilai disiplin, kepemimpinan, persatuan, dan pengabdian kepada negara. Maka proses seleksinya pun harus mencerminkan nilai-nilai tersebut.

Jangan sampai generasi muda yang sejak awal dididik mencintai Indonesia justru kehilangan kepercayaan karena melihat adanya perlakuan yang tidak sesuai dengan semangat keadilan hanya karena persoalan etnis atau kemampuan berbahasa daerah tertentu.

Sebab dalam aturan Peraturan Penghormatan Militer maupun tata upacara resmi, tidak pernah ada ketentuan bahwa komandan upacara harus mengambil alih barisan menggunakan bahasa daerah tertentu.

Pernyataan ini bukan soal keresahan pribadi, bukan soal daerah asal, dan bukan semata-mata membela satu peserta tertentu. Hari ini mungkin yang menjadi sorotan adalah peserta dari Kota Makassar. Namun besok, kondisi yang sama bisa saja menimpa adik kita, saudara kita, bahkan anak-anak kita sendiri.

Karena itu, persoalan ini harus dilihat sebagai tanggung jawab bersama untuk memperbaiki sistem, bukan untuk memperkeruh keadaan.

Baca Juga

Sebab pada akhirnya, merah putih dikibarkan bukan oleh satu agama, satu suku, satu ras, atau satu golongan, melainkan oleh putra-putri terbaik Indonesia.

Salam Pancasila

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.