Paskibraka Harus Menjadi Simbol Persatuan, Bukan Ruang Diskriminasi

Paskibraka Harus Menjadi Simbol Persatuan, Bukan Ruang Diskriminasi

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Ironisnya, di tengah semangat pembinaan paskibra yang semakin berkembang, justru terjadi penurunan minat pendaftar dalam seleksi resmi Paskibraka dari tahun ke tahun.

Padahal fakta di lapangan menunjukkan antusiasme generasi muda terhadap dunia paskibra masih sangat tinggi.

Lomba paskibra rutin digelar di tingkat SMA hingga perguruan tinggi, latihan berjalan aktif, dan banyak orang tua rela mengorbankan waktu, tenaga, serta biaya demi mendukung anak-anak mereka.

Fenomena ini memunculkan pertanyaan besar: mengapa semangat pembinaan tinggi, tetapi kepercayaan terhadap proses seleksi justru menurun?

Menurut saya, salah satu faktor utama yang harus menjadi bahan introspeksi adalah hilangnya rasa percaya terhadap sistem seleksi yang dianggap tidak transparan dan sulit dipahami.

Baca Juga

Ketika peserta, pelatih, maupun sekolah merasa bahwa proses penilaian tertutup dan hasil akhir tidak dapat dijelaskan secara objektif, maka semangat generasi muda untuk berpartisipasi perlahan akan terkikis.

Paskibraka tidak boleh menjadi ruang yang dipenuhi asumsi, kedekatan, ataupun keputusan yang tidak memiliki dasar penjelasan yang jelas kepada publik.

Selain itu, perlu adanya penegasan aturan terkait representasi daerah dalam seleksi tingkat provinsi. Hingga hari ini, tidak terdapat regulasi resmi yang melarang peserta terbaik berasal dari daerah yang sama apabila memang memiliki kompetensi terbaik.

Oleh sebab itu, apabila keputusan diambil berdasarkan alasan pemerataan wilayah tanpa aturan tertulis yang jelas, maka hal tersebut justru berpotensi melahirkan ketidakadilan baru.

Sistem seleksi harus berpijak pada aturan yang pasti, bukan pada persepsi ataupun asumsi yang berubah-ubah.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.