Lahirkan Kader Militan, PDIP Sulsel Gelar Pendidikan Kader Perempuan dan Milenial

Terkini.id – DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) menggelar pendidikan kader tingkat pratama perempuan dan milenial secara virtual dan tatap muka di Sekretariat PDIP Sulsel, Selasa 12 Oktober 2021.

Ketua DPD PDIP Sulsel, Andi Ridwan Wittiri (ARW) mengatakan, pendidikan kader ini digar agar kader-kader partai memiliki pemahaman terkait program PDIP yaitu lima mantap yaitu, mantap ideologi, mantap organisasi, mantap kaderisasi, mantap program dan SDM.

“Pendidikan kader ini adalah salah satu bagian yang tidak bisa terpisahkan bagaimana partai membangun konsolidasi dan strategis demi terlaksananya rekrutmen dan melahirkan kader partai yang militan,” kata Andi Ridwan Wittiri (ARW) dalam sambutannya.

Baca Juga: PDIP Imbau Menteri Tetap Fokus Pada Tugas Pokok Bantu Presiden,...

ARW menambahkan, pendidikan kader ini bertujuan untuk membangun interaksi yang lebih terarah terencana dan terstruktur dalam menjaga ideologi partai serta mengembangkan pemahaman anggota partai dalam menghadapi tantangan yang ada.

“Ini juga salah satu sarana untuk konsolidasi partai menuju lima mantap yang harus diwujudkan terus menerus,” ujar Anggota DPR RI ini.

Baca Juga: Sandingkan Anies-Puan di Pilpres 2024, Pengamat: Paket Komplet tapi Pendukungnya...

Sementara itu, Ketua DPP Bidang Ideologi dan Kaderisasi PDIP, Djarot Syaiful Hidayat meminta seluruh kader yang mengikuti pendidikan kader wajib mengikuti dari pertama hingga selesai, selain itu peserta juga diminta untuk menaati protokol kesehatan.

“Landasan pengkaderan untuk melahirkan kader-kader ideologis yang berarti kader yang disiplin,” ungkap Djarot.

Ia berharap dengan adanya pendidikan kader tersebut bisa menghasilkan tenaga ahli yang mampu mengelola partai berlambang banteng moncong putih tersebut menjadi besar dan tidak meninggalkan ideologi. 

Baca Juga: Sandingkan Anies-Puan di Pilpres 2024, Pengamat: Paket Komplet tapi Pendukungnya...

“Partai ini adalah partai ideologi, karena itu pengelolaannya harus secara modern,” ucapnya. 

Bagikan