Peduli Pelestarian Satwa, BBKSDA Sulsel Gelar Street Campaign di Palopo

BBKSDA Sulsel
Peduli Pelestarian Satwa, BBKSDA Sulsel Gelar Street Campaign di Palopo

Terkini.id, Palopo – Dalam rangka hari Bumi 2019, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sulsel, melaksanakan beberapa aksi.

Selain lomba lintas alam ke-9 di Taman Wisata Alam (TWA) Nanggala III, donor darah dan penanaman diawali dengan sreet campaign di Lapangan Pancasila, Kota Palopo.

Street Campaign terkait konservasi sumber daya alam dan penyelamatan satwa liar dengan mengelilingi lapangan Pancasila bersama mahasiswa Universitas Andi Jemma.

Kegiatan yang dilaksanakan di pusat Kota Palopo ini menjadi perhatian warga karena acara kampanye konservasi kali ini, berbaur dengan pedagang dan pengunjung yang berolahraga atau pun berwisata bersama keluarga yang memadati lapangan Pancasila.

Kepala Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan Ir Thomas Nifinluri MSc juga berada dengan pengunjung street campaign.

“Kegiatan street campaign ini bertujuan untuk membawa konteks hutan dan tumbuhan satwa Liar kepada masyarakat perkotaan sehingga lebih peduli terhadap upaya pelestarian dan tidak melakukan kekerasan,” tutur Thomas, lewat keterangan tertulisnya kepada media, Minggu 14 April 2019.

“Tumbuhan dan satwa liar khususnya jenis-jenis endemik Anoa dan jenis asli lainnya. Pelestarian tumbuhan dan satwa liar serta sumber daya hutan harus mendapat dukungan semua pihak termasuk masyarakat urban yang merupakan ‘pasar’ atau sumber permintaan produk-produk barang dan jasa termasuk TSL dan HHBK lainnya,” tambahnya.

Kepala Bidang Teknis BBKSDA Sulsel Ir Anis Suratin menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah inovasi dan tantangan untuk kita untuk mengampanyekan konservasi dan tumbuhan satwa liar, yaitu di lokasi-lokasi strategis seperti ini dan harus dilakukan secara berkesinambungan.

Maksud edukasi pengenalan satwa kepada anak-anak

Sementara itu, Ellyyana Said dengan semangat memberikan edukasi kepada anak-anak tentang satwa liar yang dilindungi seperti monyet hitam Sulawesi (Macaca Maura), Burung Rangkong Sulawesi (Rhyticeros cassidix) dan Anoa Sulawesi (Babulus depressicornis) yang sudah hampir punah.

Dalam komunikasinya dengan anak- anak dan pengunjung, Kepala Bagian Tata Usaha BBKSDA Sulsel ini mengatakan, anak-anak sejak dini harus dikenalkan tentang satwa-satwa yang ada dan hampir punah.

“Agar mereka tahu, sembari memperlihatkan satwa-satwa yang tergambar di poster satwa-satwa dilindungi khas Sulawesi,” ujarnya.

“Edukasi pengenalan satwa diberikan agar anak-anak mengenal satwa-satwa yang dilindungi karena kelangsungan hidup satwa-satwa ini ada ditangan mereka di masa depan nanti,” sambungnya.

Karnaval keliling lapangan Pancasila bersama tim street campaign dan para pengunjung dipimpin oleh boneka bergerak Anoa dan Rangkong Sulawesi yang berhasil menjadi pusat perhatian pengunjung.

Berita Terkait
Komentar
Terkini