Terkini.id — Pelajar Indonesia di Jepang didorong untuk berperan aktif dalam membangun bangsa melalui kontribusi riset dan inovasi.
Hal itu menjadi pokok pembahasan dalam simposium ilmiah tahunan ke-8 yang digelar Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang (PPI Jepang), Sabtu–Minggu (26–27 Juli 2025) di Balai Indonesia, KBRI Tokyo.
Simposium bertajuk “Kontribusi Riset dan Inovasi Pelajar Indonesia di Jepang Menuju Indonesia Emas 2045” tersebut menghadirkan sejumlah tokoh nasional dan akademisi dari dalam dan luar negeri.
Mereka sepakat bahwa produktivitas generasi muda, khususnya dalam bidang riset, merupakan salah satu kunci penting bagi Indonesia untuk keluar dari jebakan pendapatan menengah atau middle income trap (MIT).
“Pelajar Indonesia harus memiliki tekad kuat dan semangat tinggi seperti yang kita lihat di Jepang. Itu yang harus dibawa pulang ke tanah air,” kata Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yulianto, saat memberikan sambutan secara daring.
- Parmusi Sulsel Serukan Tabayyun Terkait Isu Jusuf Kalla
- DPRD Makassar Desak Dinas Pendidikan Larang Acara Perpisahan Siswa di Luar Sekolah
- BSI Gerakkan 10 Ribu Perempuan Selamatkan Bumi Lewat Aksi Tanam Pohon
- Pemprov Sulsel Matangkan RKPD 2027, Fokus Tekan Stunting dan Lindungi Kelompok Rentan
- Gubernur Sulsel Usulkan Sejumlah Proyek Jalan dan Jembatan Strategis ke Kementerian PU
Menurut Brian, karakter seperti kedisiplinan dan orientasi pada mutu yang menjadi ciri masyarakat Jepang, perlu dijadikan inspirasi bagi mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh studi di luar negeri.
Ia menambahkan bahwa pemerintah menaruh harapan besar pada kontribusi generasi muda dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
Dekan Asian Development Bank Institute (ADBI), Bambang Brodjonegoro, mengingatkan bahwa Indonesia saat ini sedang menikmati bonus demografi. Namun, ia menyebut bahwa situasi tersebut tidak akan berlangsung selamanya.
“Ketika negara-negara Asia Timur menghadapi populasi yang menua, Indonesia justru memiliki keunggulan usia produktif. Tetapi produktivitas itu harus dikelola,” ujarnya.
Menurut Bambang, produktivitas anak muda hanya bisa dioptimalkan apabila sistem riset dan inovasi diperkuat.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
