Terkini.id, Jakarta – Pelaku serangan di luar gereja di Nice, Prancis terus mengucapkan kalimat takbir, Allahu Akbar, ketika menjalani pengobatan di rumah sakit lantaran terluka saat ditangkap.
Diketahui, dalam aksi serangan tersebut tiga orang tewas dibunuh pelaku. Dua di antaranya meninggal di lokasi kejadian.
Adapun satu orang dari korban tewas usai menderita luka-luka, sementara satu lainnya meninggal seketika usai dipenggal pelaku.
“Pelaku terus mengulang “Allahu Akbar’ bahkan saat diobati karena terluka akibat penangkapan,” kata Estrosi, Kamis 29 Oktober 2020 seperti dikutip dari AFP.
Estrosi mengatakan, Presiden Prancis Emmanuel Macron akan segera tiba di Nice, dan menyerukan agar seluruh geraja di Prancis diberi keamanan tambahan untuk mencegah peristiwa serupa terjadi.
- Dirgahayu Yonif 726 Tamalatea, Kapolres Jeneponto Tegaskan Sinergitas TNI Polri Tak Pernah Layu
- Bukan Tentang Trofi, Tapi Harapan, Kisah Megah Cape Verde di Piala Dunia 2026
- YBM PLN UID Sulselrabar Resmikan Griya Singgah Pasien Makassar, Ada Hunian Gratis bagi Pasien Dhuafa dan Keluarganya
- Tarif Listrik Triwulan III 2026 Tetap, PLN Dukung Kebijakan Pemerintah dan Jaga Kualitas Layanan ke Masyarakat
- YBM PLN UID Sulselrabar Gelar Khitanan Massal dan Berbagi Kado Anak Yatim Dhuafa
Mengutip CNNindonesia.com, serangan serupa belum lama ini juga terjadi di Prancis pada 17 Oktober 2020.
Dalam serangan itu, seorang guru, Samuel Paty (47), dipenggal di daerah Eragny oleh seorang pemuda pendatang dari Chechnya, Abdoullakh Abouyezidovitch (18).
Pemicunya adalah Paty sempat membahas tentang kartun Nabi Muhammad di dalam kelas yang kemudian menuai kontroversi.
Pada awalnya, dia mengizinkan sejumlah pelajar Muslim untuk keluar kelas jika tidak sepakat dengan materi yang dia bahas.
Topik pembelajaran itu lantas diceritakan oleh sejumlah murid Muslim kepada orang tua mereka. Peristiwa itu pun lantas ramai diceritakan di media sosial.
Abouyezidovitch disebut melihat unggahan itu di media sosial dan merencanakan membunuh Paty.
Pembunuhan Paty lantas mendorong Macron menjanjikan tindakan keras terhadap ekstremis Islam, termasuk menutup masjid dan organisasi yang dituduh mengobarkan radikalisme dan kekerasan.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
