Pelatih Biliar Sumatera Utara Putuskan Berhenti Usai Dijewer Gubernur Sumut Edy Rahmayadi

Pelatih Biliar Sumatera Utara Putuskan Berhenti Usai Dijewer Gubernur Sumut Edy Rahmayadi

R
Muhsin Hidayat
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Khoiruddin Aritonang, sang pelatih biliar tim Sumatera Utara memutuskan untuk berhenti menjadi pelatih.

Hal tersebut setelah dirinya mendapat tindakan tidak menyenangkan dari Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi.

Insiden tersebut berupa penjeweran pada acara pemberian bonus bagi atlet dan pelatih PON XX Papua di Aula Tengku Rizal Nurdin di hari Senin 27 Desember 2021 yang lalu.

Khoiruddin atau yang akrab disapa Coki mengatakan selama Gubernur Sumut masih dipegang oleh Edy maka dia tidak akan bersedia menjadi pelatih lagi.

“Saya selama masih beliau gubernurnya, saya rasa saya tidak bersedia,” ucap Coki Senin 3 Januari 2022.

Baca Juga

Bahkan meski Edy memohon maaf sekalipun, dia tidak akan mengubah keputusannya.

Dilansir dari jpnn.com, Coki telah bergabung menjadi pelatih sejak 2018 yang lalu. Sejak mengabdi Coki turut berkontribusi dalam keberhasilan olahraga biliar Sumut dalam PON XX Papua.

Pada PON XX, kontinen Sumut meraih 10 medali emas, 22 perak serta 23 perunggu dari 29 cabang olahraga.

Sementara cabor biliar berhasil menyumbang 5 medali perak dan 7 medali perunggu.

Coki juga mengungkap bahwa Pemprov Sumut tidak memberi perhatian terhadap cabor biliar. Dari segi perlengkapan latihan, para atlet berlatih dengan fasilitas seadanya.

Dia mencontohkan meja biliar yang digunakan timnya belum pernah diganti lagi sejak 2017.

“Itu pun kami tak mengeluh, namanya kami juga tahu Sumut bagaimana, tetapi ini bentuk kecintaan dengan Sumut,” ucap Coki dikutip dari wawancara jpnn.com Rabu 29 Desember 2021 lalu.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.