Terkini.id, Jakarta – Nama Khairuddin Aritonan (Choki), pelatih biliar yang dijewer dan diusir di depan umum oleh Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi bebrapa waktu yang lalu masih menjadi bulan-bulanan publik.
Selain merasa dipermalukan pada acara tali asih bagi atlet dan pelatih PON XX di Papua di Aula Tengku Rizal Nurdin pada Senin, 27 Desember 2021 lalu, Choki juga merasa trauma atas kejadian tersebut.
“Saya ingin hilangkan rasa trauma ini. Kalau ada yang mampu menjawab menghilangkan rasa trauma, saya enggak masalah juga. Biarkan berlalu. Saya jalan ini banyak yang nanya viral kali Abang yang dijewer itu. Rasanya saya mau pakai topeng,” ungkap Choki didampingi kuasa hukumnya, dalam konferensi pers di Medan, Kamis 30 Desember 2021, dikutip dari CNNIndonesia.com.
Sambil berderai air mata, Choki mengaku bahwa rasa malu yang diterima akibat kejadian itu tak hanya dirasakan oleh dirinya saja.
Bahkan keluarganya juga merasa terpukul atas tindakan yang dilakukan Gubernur Sumut tersebut.
- Soal Holywings, Bobby Nasution: Jangan Ikut Nutup Tapi Landasannya Nggak Kuat
- Buat Marah Ukraina, Gubernur Sumut: Kalau Saya Putin, Ukraina Diserang Sejak 3 Tahun Lalu!
- Edy Rahmayadi: Andai Saya Putin, Ukraina Saya Serang Sejak Dulu
- Bah! Kedatangan Ketum Demokrat ke Sumut tak Disambut Gubernur Edy Rahmayadi, sebagai Capres AHY kok Bangga?
- 1,1 Juta Kilogram Minyak Goreng Ditimbun, Gubernur Sumut: Jangan Coba-coba Bermain di Atas Penderitaan Rakyat!
“Adik saya sampai nanya, ‘Kau kenapa?’ Saya butuh waktu menghilangkan rasa trauma itu,” timpalnya.
Dalam pertemuan itu Choki mengatakan bahwa ia masih ingin menyelesaikan masalah itu secara kekeluargaan, oleh karena itu Edy harus meminta maaf atas perbuatannya itu.
Lewat kuasa hukumnya Teguh Gumilar Nugroho, Choki sudah mengirimkan somasi ke Edy rahmayadi, dan meminta Edy untuk menyampaikan permintaan maafnya dalam kurun waktu 1×24 jam setelah surat diterima.
Teguh juga menambahkan, jika dalam waktu tersebut Edy tidak meminta maaf, maka pihaknya akan melaporkan kejadian tersebut ke Polda Sumut.
“Kami tunggu paling lama besok jam 14.00 WIB. Tentu akan kami sampaikan laporan tersebut ke polisi. Kami harap polisi dapat tegakkan hukum. Kami masih percya ada keadilan,” ucap Teguh.
Bahkan pihaknya juga mengatakan akan melaporkan kasus itu ke Kemendagri, Ketua DPRD Sumut, hingga Majelis Ulama (MUI), karena Edy yang selama ini membangun citra dekat dengan ulama.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
