Terkini.id, Jakarta- Pelatihan offline prakerja batal dilaksanakan tahun ini mengingat masih tingginya angka penyebaran Covid-19.
Direktur Eksekutif Manajemen, Denni Puspa Purbasari memastikan pelatihan prakerja secara offline batal digelar.
Pelatihan dengan cara tatap muka juga membutuhkan anggaran besar sementara anggaran yang disediakan saat ini hanya sebatas pelatihan virtual atau daring.
“Karena itu disarankan jangan dulu diselenggarakan, demi memastikan tidak hanya masalah perekonomian tetapi juga masalah kesehatan dari peserta prakerja,” kata Denni seperti dikutip CNN Indonesia.com.
Denni mengatakan hal tersebut setelah berkoordinasi dengan Ketua Tim pakar Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito.
- Pemkab Gowa Tunda Beautiful Malino 2026 hingga Waktu Belum Ditentukan
- Kualleangngang Tallanga Na Toalia, Nautika FC Tumbangkan Tamalatea Junior, Skor Telak 7-0
- Menolak Kedangkalan Digital: Menakar Ulang Konsep Diri dan Citra Perempuan di Tengah Arus Algoritma Media Sosial
- Dirgahayu ke-23 Terkini.id, Kepala Dinas Dukcapil Jeneponto Harap Tetap Kokoh Menyampaikan Informasi Faktual
- Pemkot Makassar Kedepankan Cara Humanis, 20 Lapak Dibongkar Mandiri
pelatihan secara offline memang bisa dilaksanakan di zona-zona hijau. Namun, mengingat kondisi zona hijau pandemi yang makin sedikit saat ini, ia menyarankan agar pelaksananya ditunda.
“Pelatihan offline harus dijalankan dengan protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah, protokol kesehatan ini memang untuk beberapa daerah tertentu tidak sebagus di kota-kota besar” jelas Denni.
Denni mengatakan bahwa Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian telah meminta pihaknya melakukan eksplorasi lokasi mana saja yang dapat menerapkan pilot project pelatihan tatap muka.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
