Terkini.id, Makassar — Peletakan batu pertama program Revitalisasi Permukiman Kumuh dan Lingkungannya (RISE) oleh KIAT (Kemitraan Indonesia-Australia Untuk Infrastruktur) telah terlaksana di Jalan Salodong, Kelurahan Untia, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, Kamis, 1 September 2022.
Program infrastruktur RISE ini berbeda dengan program infrastruktur lain. Karena, sebelum membangun, tim RISE melibatkan semua orang mulai dari laki-laki, perempuan, orang tua, remaja dan anak-anak dalam kegiatan perencanaan bersama yaitu PANRITA atau Perencanaan ri Kampungta.
Hal tersebut diungkapkan langsung oleh salah satu warga Untia, Merry Handayani. Ia mengatakan sebagai Ibu Rumah Tangga (IRT) dirinya merasakan dampak langsung dari RISE terhadap kesehatan anak-anak.
“Jadi jauh sebelum membangun kami semua warga dikumpulkan dan diedukasi. Darah, feses anak saya diperiksa untuk diketahui kesehatannya dan apakah anak saya mengalami cacingan atau tidak,” ucapnya.
Ia juga berterima kasih kepada Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan Pomanto, Pemerintahan Australia, Tim Monash University dan Universitas Hasanuddin karena program RISE hadir dan memperbaiki infrastruktur sanitasi di Kawasan Untia dan empat lokasi lainnya.
- Peletakan Baru Pertama Pembangunan Hasanuddin Medical Tower Fakultas Kedokteran Unhas
- Pj Gubernur Sulsel Letakkan Batu Pertama Pembangunan Menara Masjid Nurul Ilmi Himal SMPPSMADAGA Bone
- Peletakan Batu Pertama Stadion Sudiang Makassar Ditargetkan Juli 2024
- Danny Pomanto Melakukan Peletakan Batu Pertama Asrama Putra Ponpes Hidayatullah
- Peletakan Batu Pertama Proyek Akses Tol Makassar New Port
Sementara, Danny Pomanto mengatakan kerja sama ini sudah berjalan beberapa tahun sebelumnya. Kelurahan Untia jadi lokasi kedua, sebelumnya di Kelurahan Batua.
Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan akses terhadap layanan air bersih dan sanitasi serta ketahanan iklim bagi penduduk yang tinggal di permukiman informal Makassar.
Lebih dari 300 rumah tangga di berbagai komunitas permukiman informal di Makassar, Sulawesi Selatan, akan menerima perbaikan yang berkelanjutan dan peka-air, termasuk sistem pengolahan air limbah alami, pemanenan air hujan, toilet, serta jalanan dan akses yang lebih baik.
“Jadi ini semacam penegasan bahwa Makassar adalah ‘kota percontohan’ global, dari teknologi ini untuk warga kami. Sejalan dengan Sombere and Smart City,” ungkap Danny.
Danny mengungkapkan perbaikan ini, dirancang bersama masyarakat, dan akan memberikan sarana sanitasi, air bersih, dan ketahanan iklim bagi ratusan rumah tangga di daerah yang sulit dijangkau oleh infrastruktur konvensional perkotaan.
Danny pun berharap uji coba RISE dapat membantu mempengaruhi dan menarik investasi di masa depan ke dalam jenis solusi yang transformatif.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
