Terkini.id, Makassar – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menetapkan bulan Juli 2024 sebagai waktu untuk peletakan batu pertama Stadion Sudiang di Makassar. Hal ini diungkapkan oleh Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, yang menegaskan pembangunan stadion ini menjadi bagian krusial dari Proyek Strategis Nasional (PSN) 2024.
Danny Pomanto, sapaanya, menyoroti pentingnya keseriusan dalam mewujudkan proyek ini. Ia menekankan bahwa pembangunan stadion akan terus berlanjut di bawah kepemimpinan berbagai tingkatan pemerintahan, baik di tingkat Kota maupun Provinsi.
“Targetnya beliau (Presiden) bulan 7, ground breaking,” kata Danny Pomanto, Selasa, 27 Februari 2024.
Pemerintah Kota Makassar, kata dia, telah menyatakan kesiapannya untuk mendukung proyek ini dengan memastikan ketersediaan lahan yang memadai dan infrastruktur yang diperlukan.
Selain itu, pembahasan PSN juga melibatkan proyek-proyek lain seperti pengembangan jalan Mamminasata, revitalisasi pelabuhan lama menjadi pusat kota, serta upaya hilirisasi industri.
- Momen Mengharukan, 16 Tahun Menanti, Syifa Akhirnya Dipeluk Sang Ibu
- Tingkatkan Kesehatan Mental, Tim BK S2 UNM Uji Program Psikososial-Spiritual Murid SD di Makassar
- Browcyl Hadirkan Promo "Road to 14 Tahun", Warga Gowa Antusias Serbu Paket Spesial
- Pemkot Makassar: Anggaran Rp10 Miliar Bukan untuk Konsumsi Pribadi Wali Kota
- Wujudkan Kemandirian Pangan, Bupati Jeneponto Hadiri Panen Raya Jagung Nasional dan Peresmian Fasilitas Pangan
Danny dan empat Kepala Daerah lainnya di Sulawesi Selatan juga bakal menghadiri pertemuan dengan Presiden Jokowi untuk membahas rencana pembangunan di wilayah tersebut, termasuk Stadion Sudiang.
Mereka berkomitmen untuk memaparkan rencana pembangunan secara rinci kepada Presiden, dengan mempertimbangkan pertumbuhan ekonomi yang potensial dan infrastruktur yang telah dibangun, seperti Makassar New Port (MNP).
Sementara, Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan, Bahtiar Baharuddin, menegaskan pentingnya memikirkan masa depan Sulawesi Selatan dalam jangka panjang, dengan memanfaatkan potensi wilayah tersebut sebagai pusat pertumbuhan Timur Indonesia.
Bahtiar menekankan perlunya integrasi konektivitas dan ekosistem ekonomi untuk mendukung pembangunan infrastruktur seperti stadion dan pusat kota baru.
“Bagaimana fungsi kawasan ini menjadi benar-benar pusat kawasan pertumbuhan Timur Indonesia, dan Makassar harus kita integrasikan konektivitasnya bukan sekadar jalan, termasuk ekosistem ekonomi di seluruh wilayah Sulsel dan kawasan sekitar,” tuturnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
