Pemadaman Listrik Bergilir Rugikan Masyarakat Kecil, PLN Diminta Ganti Rugi

Pemadaman Listrik Bergilir Rugikan Masyarakat Kecil, PLN Diminta Ganti Rugi

K
R
Kamsah
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Makassar – Gelombang protes melanda Kota Makassar, Sulawesi Selatan, ketika ratusan massa yang tergabung dari berbagai aliansi mahasiswa dan masyarakat menggeruduk kantor Perusahaan Listrik Negara (PLN) UID Sulselrabar.

Aksi demonstrasi yang dimulai sekitar pukul 14:00 Wita ini dipicu oleh ketidakpuasan terhadap pemadaman listrik bergilir yang telah diterapkan oleh PLN dalam kurun waktu dua bulan terakhir.

Aliansi mahasiswa dan masyarakat melakukan demonstrasi sebagai bentuk tuntutan terhadap kebijakan pemadaman bergilir yang dianggap merugikan masyarakat kecil.

Dalam serangkaian tindakan protes mereka, para demonstran bersitegang dengan aparat kepolisian yang berjaga di depan kantor PLN UID Sulselrabar. Massa aksi berupaya menerobos masuk ke dalam gedung PLN, atas ketidakpuasan mereka terhadap kebijakan yang dianggap tidak memberikan solusi yang memadai.

Ketegangan mencapai puncaknya saat massa aksi terlibat saling dorong dengan pihak kepolisian, merasa bahwa aspirasi mereka tidak mendapatkan respons yang memadai dari PLN.

Baca Juga

Jendral lapangan, Fahrul, yang memimpin aksi demonstrasi, menyatakan bahwa tujuan mereka adalah meminta solusi dari PLN UID Sulselrabar terkait dampak pemadaman bergilir yang dinilai sangat merugikan masyarakat kalangan bawah.

Pemadaman listrik bergilir sangat berdampak bagi masyarakat kalangan bawah. Dampak ini juga yang terjadi hanya belasungkawa dari PLN, tidak bantuan sedikitpun dari PLN,” ujar Fahrul kepada awak media di lokasi, Rabu, 29 November 2023.

Massa aksi juga menyampaikan tuntutannya dengan membawa ban bekas dan berbagai spanduk yang bertuliskan kecaman terhadap PLN UID Makassar.

Mereka menilai bahwa ganti rugi perlu diberikan sebagai bentuk tanggung jawab PLN terhadap dampak sosial yang ditimbulkan oleh pemadaman bergilir tersebut.

Aksi demonstrasi ini bukan kali pertama dilakukan oleh massa yang menuntut ganti rugi PLN UID Sulselrabar.

Sejak kemarin, mereka telah aktif menyuarakan keluhan warga terkait pemadaman bergilir yang semakin bertambah durasinya. Keluhan tersebut merupakan cerminan nyata dari penderitaan yang dirasakan oleh masyarakat setempat.

“Ini rakyat menderita, kita juga bergerak dengan banyaknya keluhan warga terkait pemadaman bergilir. Kami meminta pimpinan PLN untuk menemui kami di sini,” ungkap Fahrul.

Belakangan ini, durasi pemadaman bergilir yang diterapkan oleh PLN UID Sulselrabar mengalami peningkatan, mencapai 5-6 jam di Kota Makassar.

Keputusan ini menuai protes karena dianggap memberatkan masyarakat, terutama mereka yang berada pada lapisan ekonomi menengah ke bawah.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.