Pemerintah Kota Makassar Resmi Hentikan Isolasi Covid-19 KM Umsini

Terkini.id, Makassar – Pemerintah Kota Makassar mengakhiri kerja sama dengan Kementerian Perhubungan dan BUMN, PT Pelni, pihak Pelabuhan, TNI dan Polri ihwal isolasi apung di KM Umsini

Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto beralasan Bed Ocupancy Rate (BOR) untuk skala kota sudah berada pada angka 8,6 persen, BOR ICU 13 persen, dan BOR di KM Umsini hanya 2,5 persen.

“Kita akhiri karena BOR kita sudah sangat rendah,” kata Danny Pomanto, Senin, 20 September 2021.

Baca Juga: Sulsel Tanpa Stadion, Wali Kota Makassar Berharap Pemprov Menghibahkan Satu...

Danny mengklaim program isolasi apung berhasil menekan kasus Covid-19 di Makassar. Menurutnya, inti dari sebuah keberhasilan isolasi apung adalah BOR.

“Kita berharap tak ada lagi ledakan pandemi. Meski, kita harus bersiap dengan seluruh pengalaman yang ada,” ucapnya.

Baca Juga: Hadiri Ramah Tamah Hari Raya Waisak, Wali Kota Danny Pomanto...

Menurutnya, Isolasi terpadu sifatnya provinsi. Ia mengatakan pemerintah kota mengambil langkah isolasi apung lantaran situasi pada saat itu sangat mendesak, zona merah.

“Kalau sudah normal kembali saya kira kita serahkan ke otoritas yang memang menangani soal isoter,” ucapnya.

Pemerintah kota mengeluarkan biaya sewa KM Umsini sebesar 1,5 miliar pada bulan pertama. Sementara bulan kedua digratiskan dan ditanggung pemerintah pusat.

Baca Juga: Hadiri Ramah Tamah Hari Raya Waisak, Wali Kota Danny Pomanto...

“Kalau anggaran kontrak 1,5 miliar untuk kapal. Bulan kedua tidak ada lagi karena ditanggung pemerintah pusat. Tinggal makan minum dan operasi, bensin dan seluruh petugas yang mengoperasikan program ini,” paparnya.

Adapun jumlah pasien selama isolasi apung di KM Umsini sebanyak 275 pasien. Danny menyebut mereka yang dirawat di kapal sembuh 100 persen.

“275 totalnya, sisa 8 terakhir dan sudah turun juga. Semua yang isolasi apung sembuh. 100 persen sembuh,” tukasnya.

Bagikan