Pemerintah Pusat Larang Peredaran Minyak Curah, Ini Kata Disdag Makassar

Minyak Curah

Terkini.id, Makassar – Menanggapi pelarangan Menteri Perdagangan ihwal peredaran minyak curah di pasar per 1 Januari 2020 mendatang, ditanggapi langsung oleg Kepala Dinas Perdagangan Kota Makassar Muhammad Yasir, Yasir mengatakan pelarangan tersebut tak serta merta harus dilaksanakan segera. Ia menilai, perlu sosialisasi terlebih dahulu agar masyarakat tak kaget.

“Sekarang kan apa yang diperintahkan tidak serta-merta harus langsung dikerjakan. Itu perlu tahap sosialisasi dulu, apalagi minyak goreng curah kalau di Makassar itu kecil,” kata Yasir, Senin, 7 Oktober 2019.

Sebelumnya, pemerintah pusat menilai peredaran minyak curah di pasar dan penggunaan di masyarakat sangat berbahaya. Sebab, kualitas minyak tidak bisa dipertanggungjawabkan lantaran tidak melewati pengawasan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Kendati demikian, Yasir mengatakan, mesti sosialisasi terlebih dahulu dengan mempertemukan seluruh sentra produksi minyak goreng curah dan meminta pendapatnya.

“Kita juga perlu tahu apakah mereka sudah benar benar siap hijrah dari minyak goreng curah ke minyak goreng kemasan? Kalau memang produksinya besar kita akan coba fasilitasi dengan perbankan,” ungkapnya.

Peredaraan minyak goreng curah di pasar, kata dia, tak bisa serta merta harus diberhentikan langsung lantaran ada kehidupan dan mata pencaharian masyarakat.

“Sehingga memang perlu kita sosialisasikan, perlu kita ajak bicara sehingga nanti alternatifnya mungkin ada yang mampu hijrah ke minyak kemasan, dan mungkin ada yang belum mampu, itu kita pecahkan nanti,” pungkasnya.

Selain itu, pihak Disdag Kota Makassar juga bakal meminta pembinaan dari Kementerian tentang standar minyak gorang curah menjadi minyak kemasan.

Berita Terkait
Komentar
Terkini