Mental demokrasi Indonesia, lanjut Firman, belum menunjukkan perbaikan dalam pemberantasan kultur koruptif.
Ia menjelaskan regulasi yang ada selama ini sejalan dengan praktik money politic di kalangan elite agar mampu berkontestasi di panggung politik. Ini terlihat dari penetapan ambang batas yang tinggi, baik untuk kursi presiden maupun level bawahnya.
“(Ambang batas) itu kan mengharuskan partai berkoalisi dan kerap dimanfaatkan partai-partai untuk menjual kursinya agar memenuhi syarat itu. Jadi, bukan hanya mentalnya, tapi juga ditopang dengan aturan, sehingga demokrasinya menjadi terbajak,” tutup Firman.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
