Pemerkosaan di Kereta AS Penumpang Hanya Terdiam, Profesor Psikologi: Menolong Langsung Memiliki Pilihan Lain

Pemerkosaan di Kereta AS Penumpang Hanya Terdiam, Profesor Psikologi: Menolong Langsung Memiliki Pilihan Lain

SW
St. Wahidayani
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Beberapa hari yang lalu, peristiwa mengejutkan terjadi di Amerika Serikat, Seorang wanita diperkosa di kereta komuter Philandelphia dan para penumpang hanya bisa terdiam melihat kejadian.

Kejadian ini sontak disorot banyak publik karena kepolisian menyebut beberapa penumpang malah merekam adegan tersebut, tanpa ada pertolongan apapun.

Mengetahui kejadian itu, Elizabeth Jegliec seorang profesor psikologi di John Jay College of Criminal Justice ikut menanggapi kasus tersebut.

Menurutnya, orang yang merasa tidak nyaman menolong secara langsung sebenarnya memiliki pilihan lain seperti menelepon polisi dari ponsel mereka.

“Penelitian terbaru bahkan di keadaan yang lebih ekstrem, sekitar 90 persen kasus yang dianalisis, kami melihat orang-orang biasanya melakukan intervensi,” katanya.

Baca Juga

Lanjut “Jadi sebenarnya, agak menyimpang dalam kasus ini bahwa seseorang sama sekali tidak membantu,” tuturnya

Mengutip dari Detik. Selasa, 19 Oktober 2021. Sementara itu, Otoritas Transportasi Pennsylvania Tenggara (SEPTA) yang mengelola jalur komuter kereta tersebut, menjelaskan kejadian ini adalah tindakan kriminal mengerikan.

Terdakwa atau tersangka Fiston Ngoy (35) telah diberikan surat pernyataan penangkapan untuk merinci waktu penyerangan, yang berlangsung selama 40 menit itu.

Selain itu, disampaikan bahwa laporan New York Times, Inspektur Timothy Bernhardt dari Departemen Kepolisian Upper Darby menyebut ada kemungkinan dakwaan terhadap penumpang yang hanya terdiam melihat kejadian tersebut. Namun, hal ini kembali pada keputusan Kejaksaan Distrik Dalware.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.