Terkini.id, Makassar – Sebanyak enam kecamatan di Kota Makassar masih menunjukkan pertumbuhan kasus Covid-19 di atas rata-rata.
Kasus paling tinggi berada di Kecamatan Rappocini, Biringkanaya, Panakkukang, Tamalate, Manggala, dan Tamalanrea.
Ketua Satgas Penegakan Disiplin Gugus Tugas Covid-19 Makassar, M. Sabri menyebut secara keseluruhan angka kasus Covid-19 melandai beberapa pekan terakhir.
Untuk itu, Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Kesehatan akan melakukan intervensi khusus di enam kecamatan episentrum tersebut.
“Pemkot akan melakukan tes swab bukan lagi rapid seperti kebijakan sebelumnya. Dengan menyisir hingga tingkat RW,” kata Sabri di Posko Covid-19, Senin, 24 Agustus
- Wali Kota Makassar Minta Antrean BBM Tak Ganggu Masyarakat, Truk dan Bus Diusulkan Antre 21.00-05.00 WITA
- Imbas Kelangkaan BBM, Disdik Makassar Terapkan Pembelajaran Daring untuk TK, SD dan SMP
- Four Points by Sheraton Makassar Genap 11 Tahun, Rayakan dengan Aksi Sosial dan Syukuran
- New Veloz Hybrid EV Dongkrak Penjualan Toyota di Segmen Low MPV, Market Share Capai 66,2 Persen
- Alfamart-Sweety Lanjutkan Kolaborasi Sahabat Posyandu, Jangkau 8.400 Penerima Manfaat
“Yang menjadi perhatian kita, ketika sudah ada satu RT RW yang ternyata di sana masih menjadi episentrum, maka kita akan kerahkan gerakan massif swab. Langsung swab. Bukan lagi rapid,” sambungnya lagi.
Menurutnya, hal itu dilakukan untuk mengetahui lebih cepat masyarakat yang kemungkinan terpapar Covid-19, agar tim gugus segera melakukan tindakan sebelum menyebar lebih luas lagi.
“Apa yang menjadi program Kadis kesehatan, RT, kelurahan yang memang menjadi episentrum, yang masih tertinggi sekarang akan dilaksanakan swab massif,” sambung Asisten I Pemkot Makassar itu, M. Sabri
Selain itu, tim dari masing masing kecamatan terus bergerak melakukan pendisipilinan kepada masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan. Seperti memakai masker, cuci tangan, dan patuhi jaga jarak.
“Kita tetap massif melakukan penegakan protokol kesehatan terutama bagi satgas di kecamatan,” sebutnya.
Sementara itu, Epidemolog Unhas, Ansariadi mengatakan, Pemkot tidak boleh lengah dengan penurunan di kasus di beberapa kecamatan. Ia meminta Pemkot Tetap fokus mengawal kasus di kecamatan selain enam episentrum itu.
“Walaupun terjadi penurunan jumlah kasus, kita jangan lengah. Pencarian kasus tetap ditambah untuk memastikan mereka yang belum terdeteksi itu bisa terdeteksi. Dengan menambah jumlah swab di puskesmas, suspek segera dilakukan tes dan penegakan prokes jangan dikendurkan,” pungkasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
